"Dilara, Daren nyariin kamu tuh!" kata teman sekelas Dilara begitu waktu pulang tiba. Dilara meneguk saliva, melirik ke arah Tessa yang menatapnya. "Kenapa?" tanya Tessa. Membaca adanya raut kegugupan di wajah Dilara. "Ada Daren, Sa," jawab Dilara. Dia tidak mau bertemu dengan Darendra, karena dia masih ingat dengan ancaman Regina. Tessa sendiri tidak mengerti, ia hanya bisa mengedikkan bahu acuh saja. Tapi dia sadar, kalau berurusan dengan Darendra pasti akan dimusuhi oleh para mahasiswi. Hanya karena Darendra mendekati wanita, maka wanita itu yang akan jadi bahan sasaran, sungguh alasan yang tidak logis. Demi menjaga Dilara, Tessa pun mau membantu. "Tenang, nanti aku bantu nyari alasan, ayo," kata Tessa mengajak Dilara keluar kelas. Dilara berusaha setenang mungkin. Benar saja, a

