Bab 22. Dilabrak

1020 Kata

Di dalam kelasnya Regina bersiap untuk ke kantin bersama Angel, karena Nessa sedang pergi ke kamar mandi. Langkah mereka terhenti di ambang pintu, mendengar Nessa berteriak sambil ngos-ngosan. "Gina! Omaygat, Gina!" Nessa terus memekik begitu hebohnya. Regina serta Angel menatap satu sama lain. "Tenang dulu, baru cerita!" kata Angel sembari menepuk pelan lengan Nessa. "Kenapa sih, Nes? Panik banget," tanya Regina penasaran. Nessa terus menetralkan deru napasnya yang tak karuan, membuangnya secara perlahan-lahan. Dia menegakkan tubuh. "Tadi aku lihat si Daren sama si Dilara ngantin bareng, Gin! Kayaknya beneran deh mereka pacaran." Nessa menjelaskan, apa yang baru saja ia lihat di kantin tadi. Regina berdecak kesal, dia melengos pergi begitu saja. Ingin melihat dengan mata kepalanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN