Mahendra turun dari mobilnya saat sudah sampai di depan kantor. Pria itu begitu menawan, menjadi pusat perhatian para pegawai yang memberikan sapaan. Lelaki memakai kacamata hitam itu berusaha abai, ia berharap semoga orang tidak fokus pada tanda merah di lehernya. Berhubung rapat diadakan di kantornya, Mahendra selalu datang tepat waktu gua mempersiapkan keperluan apa nantinya. Ia sampai di ruangan, sambil melihat tanda itu di depan cermin. "Sial, bagaimana jika dilihat oleh rekan kerja? Mau ditaruh di mana mukaku?" gerutu Mahendra, sambil berusaha menutup dengan kerah bajunya. "Pak, beberapa data yang Anda minta sudah saya siapkan di dalam ruangan. Para tamu undangan sebagian masih dalam perjalanan. Jika sudah mulai, saya akan memberitahu Anda," kata Ratna dengan membawa berkas di tan

