Kedua tangan Mahendra bertengger di pinggang ramping Dilara yang mulai berani padanya. Niat kedatangannya ingin memberikan pelajaran, malah pupus begitu saja. Dilara membelai wajah Mahendra. Tampan, meski usianya tidak lagi muda. Dalam beberapa menit, keduanya saling tatap dalam diam. "Jangan kirim pesan seperti itu lagi jika saya ada di rumah. Paham kamu?" tegur Mahendra. Deru napas keduanya beradu, Mahendra refleks menyatukan keningnya sambil mengusap pipi Dilara. "Ayo kita mandi bersama, sebentar lagi saya akan ke kantor," ajak Mahendra, dia menarik tangan Dilara untuk mandi bersama pagi ini. Cuaca pagi ini begitu cerah, guna tak merasa kedinginan saat berendam, Dilara menyiapkan air hangat dan mencampurkannya dengan sabun. "Sepertinya sudah pas," kata Dilara memeriksa air di bat

