Yudhistira kembali ke kediaman selesai memantau perkembangan peternakan miliknya. Ia masih kepikiran soal gadis yang mirip dengan seseorang di masa lalu. Tak henti-hentinya Yudhistira kepikiran sepanjang jalan. Bahkan sampai di hadapan keluarga, Yudhistira hanya diam saja. Para keluarganya jadi terheran-heran, apa yang terjadi. "Kenapa, Yudhi? Datang-datang kamu malah melamun," tanya Erni --- ibunya. Wanita berusia rentan itu bertanya pada anaknya. Yudhistira duduk di samping ibunya yang sudah duduk di kursi roda, karena usianya sepuh dan juga ia jatuh dulunya. "Tadi aku bertemu seorang gadis, Bu," balas Yudhistira sambil memegang kedua tangan ibunya, satu-satunya orang tua yang ia punya. Bu Erni membenarkan letak kacamatanya, agar jelas melihat sang putra. "Siapa? Calon menantumu?" k

