Bab 34. Jalan-Jalan

1013 Kata

Selepas selesai mandi, Dilara diajak Mahendra untuk datang ke peternakan milik temannya. Keduanya berjalan kaki, memandangi indahnya daerah pegunungan di pagi hari. Dilara akui jika lingkuhan desa ini asri, Dilara bisa melihat banyaknya sayuran yang ditanam oleh warga sekitar untuk dijual. Dilara bergandengan tangan dengan suaminya sepanjang jalan. "Om Mahendra pasti sering ke sini, ya?" "Ya, kenapa?" "Pantes udah hapal jalannya, dari tadi aku pusing jalannya banyak perempatan gitu. Untung ada Om, kalau sendirian kayaknya bakalan nyasar," cerocos Dilara, selalu sulit menghapal jalanan di tempat asing. Beginilah Dilara, gadis muda dengan sikap cerewetnya. Mahendra melabuhkan kecupan di kening, tak kuasa menahan rasa gemasnya pada Dilara yang berceloteh sejak tadi. "Nanti kapan-kapan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN