Makanan sudah matang untuk dihidangkan. Dilara mematikan kompor, ingin memindahkan tapi terganggu dengan Mahendra yang terus menggerayanginya. Mahendra memejamkan mata, wangi parfume serta masakan Dilara memanjakan hidungnya. Dilara meremas meja, tubuhnya tersengat ketika Mahendra mengecupi tengk*k lehernya berkali-kali. "Makan dulu, Om. Aku laper," kata Dilara, perutnya terus berbunyi dari tadi. Mahendra yang mengetahui, gegas menjauhkan diri dan berjalan ke meja makan. Dia juga belum makan, penasaran dengan rasa masakan yang dibuat istrinya. Setelah makanan siap dihidangkan, Dilara melayani Mahendra terlebih dahulu seperti cara ibunya pada sang ayah. Sikap sederhana Dilara itu membuat Mahendra tergagap. Pasalnya Adelia tidak pernah melakukan itu padanya, Adelia malah menyuruh pemb

