Mahendra menatap curiga pada penampilan Adelia dan Aji yang berantakan di waktu bersama. Kendati demikian, dia hanya menyimpan kecurigaan itu sendiri. Tidak mau memikirkan hal yang tidak-tidak. "Kamu pulang aja, Ji. Ada saya di sini kalau perlu sesuatu," titah Mahendra pada sopirnya. "Baik, Tuan. Kalau begitu saja permisi dulu," pamit Aji pada majikannya. Adelia merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan, ia menyusul ke arah Mahendra yang duduk di sofa sambil memeluknya. Regina memutar bola mata, menyaksikan kemesraan orang tuanya, tapi ia senang kalau keduanya sudah mulai dekat kembali. "Kamu udah mandi belum, Adelia?" tanya Mahendra, mengendus aroma perpaduan parfume dan keringat di tubuh istrinya. Adelia memejamkan mata, ia salah. Sudah mendekati Mahendra di saat sudah beraktivit

