Siang harinya. Semua mahasiswa tengah berbondong-bondong keluar dari kelas karena waktu pulang sudah tiba. Regina berserta dua temannya berjalan beriringan, menjadi pusat perhatian orang-orang. Tiga wanita itu selalu menjadi bahan perbincangan. Circle pertemanan yang berasal dari keluarga kaya semua. Tidak heran jika gaya hidup mereka tinggi. Regina datang menghampiri Darendra yang sedang latihan basket. Dia memang selalu mencari perhatian, agar Darendra jatuh hati padanya. "Aku bawain kamu minum, kamu pasti haus, 'kan?" tanya Regina, memberikan sebotol minuman dingin pada pria tampan itu. Darendra hanya bisa diam dengan napas ngos-ngosan, peluh keringat tampak membanjiri tubuhnya. "Sorry ya, Gin. Aku nggak biasa minum yang dingin pas olahraga," katanya. Menolak dengan lembut. Senyuma

