Jangan pernah menyia nyiakan waktu kau bersama dia karna mungkin saja besok waktu tidak mengijinkan kamu untuk bersama dia lagi
_____________________________________
Naruto pov
Dengan lincah tanganku menari nari di atas kertas putih dan sebuah pena yang selalu setia menemaniku sambil bersenandung kecil adalah kebiasaan ku setiap hari...seandainya tahu kalau menikah dengan hinata akan sebahagia ini maka dari dulu sudah kunikahi saja tanpa menunggu dia lulus kuliah dan menjalankan rencana sialan yang membuat aku dan hinata hampir berpisah
"Hallo"
"_____"
"Shion??"
Alisku terangkat heran buat apa dia kesini bukan kah hubungan kami sudah berakhir...oh ya aku lupa dia cuma pelampiasan ku ...jangan berpikir aku jahat dengan menjadikan dia sebagai pelampiasan ku tetapi pada kenyataannya akulah yang menjadi pelampiasannya ...jadi impas bukan kami mengatur sandiwara seakan kami memang pasangan kekasih tetapi sebernarnya tidak!! dan seiring berjalannya sandiwara ternyata shion menyimpan perasaan lebih kepada ku dan meminta untuk menjalani hubungan kami seperti sepasang kekasih sebenarnya tetapi aku menolak karena dihatiku cuma ada satu wanita yaitu hyuga hinata
"_____"
"Suruh dia masuk!"
"_____"
Ku pun langsung mematikan sambungan teleponnya dan mulai fokus pada kertas dan penaku tapi tidak lama
Tok...tok...tok
"Masuk" perintaku dan pintu pun terbuka dapat ku lihat shion masuk dan berjalan menghampiriku dengan anggunnya ck..tapi masih kalah anggun dengan istri cantik ku yang sedang berada di rumah apakah dia sudah makan? Atau dia sedang menginginkan sesuatu tetapi tidak ingin merepotkan ku dan memilih memendamnya mengingat dia sedang hamil muda...oh hinata kenapa dipikiran ku hanya hinata!!
"Naruto..??"ucap shion heran karena meihat naruto senyum senyum sendiri
"Eh..iya ada apa shion??" Tanya naruto to the point
"Cuma mau mengunjungi seorang kekasih...kenapa? Emangnya tidak boleh" jawab shion dengan percaya dirinya
"Bukan kah sudah kubilang kalau hubungan kita sudah berakhir..lagipula aku sudah menikah"
Jedarrr
Ucapan terakhir dari naruto bagai petir di siang bolong yang langsung menghanguskan hati shion
"Ka-mu..ti-dak bohongkan???..oh come on naruto ini bukan tanggal 1 april kan??" Ucap shion sambil tertawa yang dipaksakan
"Tidak!, aku tidak berbohong aku memang sudah menilah de-'
Ceklek
"Naruto kun,eh gomen naruto kun aku tidak tau kalau ada shion chan disini" ucap hinata dan ingin berlalu pergi
"Hime tunggu,masuk saja lagian kami sedang membicaran hal yang tidak terlalu penting" ucap naruto sambil berjalan mendekati hinata dan mencium kedua belah pipi hinata cepat...shion yang melihat adegan itu cuma bisa diam mematung
"Mungkinkah hinata istri naruto??"
bathin shion sambil menundukkan kepalanya menahan cairan bening keluar dari matanya
"Ehm...shion apakah pembicaraan kita sudah selesai kalau sudah selesai kamu boleh meninggalkan tempat ini...aww" usir naruto sambil mengelus pinggangnya yang dicubit hinata
"Naruto kun tidak sopan" bisik hinata sedangkan yang mendengarkan hanya bisa terkikik pelan
"Ehm..shion chan gomen..bagaimana kalau kita makan siang bersama kebetulan aku masak banyak"tawar hinata yang merasa tidak enak kepada shion
"Oh ya shion ini istriku hinata...kamu nanya siapa istri ku tadi kan??" Potong naruto sambil menatap tajam shion
"Ternyata dugaanku benar" bathin shion dan mengamit tas tangan nya pergi tanpa menjawa peryataan naruto
"Shion chan mau kemana,tidak makan siang dulu?" Tanya hinata saat shion mulai berdiri dari tempat duduknya
"Tidak!" Ucap shion serak dan pergi meninggalkan mereka dengan air mata di kedua pipi mulusnya
Brakkk
"Naruto kun shion chan kenapa?..apa naruto kun tadi menyakiti shion chan?" Tanya hinata polos
"Tidak...mungkin dia terharu melihat keharmonisan kita" goda naruto
"Bagaimana anak ayah didalam sana...apa kamu nakal sama ibu kamu..coba katakan pada ayahmu yang ganteng ini kamu mau apa?" Tanya naruto didepan perut hinata
"Aku nggak nakal kok ayah...aku cuma mau makan sama ayah" ucap hinata dengan nada anak kecil dan akhirnya mereka pun tertawa dan larut dalam kebahagiaan
Tapi disisi lain seorang wanita sedang mendengarkan pembicaraan mereka
"Ternyata hinata hamil heh"ucap shion sambil tersenyum licik
"Kurasa ini akan mudah...kita lihat siapa yang menang dan yang kalah" lanjut shion dan meninggalkan kantor naruto dengan sejuta semangat
***************************
"Hime aku sudah kenyang" ucap naruto sambil merajuk
"Dikit lagi..."paksa hinata dan terpaksa naruto menerima suapan dari istrinya ini
Drt....drt....drt....
"Hallo" ucap hinata sambil berjalan menjauhi naruto...naruto pun merasa curiga mengapa hinata harus menjauhinya kalau hanya mengangkat telepon apa jangan jangan!!
"________"
"Ha'i..aku akan kesana tapi tunggu sebentar" hinata menolehkan kepalanya menghadap naruto dan hanya mendapati senyuman dari naruto" aku sedang bersamanya"
"_______"
"Baik"
"______"
"Bye" hinata pun menutup teleponnya dengan muka senyum senyum dan menambah kecurigaan naruto bertambah
"Siapa tadi hime?" Tanya naruto penasaran
"Ehm..anu...hanabi ya hanabi tadi yang nelpon" jawab hinata gugup..naruto pun menyeringitkan alisnya
"Naruto kun..ehm..apa aku boleh ke rumah ka-can tadi kata hanabi ka-can sedang sakit" izin hinata
"Oke,ayo" ucap naruto sambil berdiri
"hah..ayo?" Tanya hinata
"Iya kita akan pergi ke rumah ka-can bersama" terang naruto dan membuat hinata gelagapan
"Eh..jangan naruto kun di kantor saja..lagipula kata hanabi ka-can cuma sakit ringan saja" ucap hinata mencari alasan" lagipula naruto kun tidak baik meninggalkan kantor sebelum jam kerja usai nanti apa kata orang"
"Ya sudah nanti jangan terlalu malam ya pulangnya" ucap naruto dan mengecup kening hinata
"Ha'i" ucap hinata dan berlalu pergi
******************
Sedari tadi naruto terus bolak balik di depan pintu sesembari melihat jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 10 malan dan hinata sama sekali belum pulang sebernarnya kejadian ini pernah terjadi saat toneri mengantar hinata pulang dalam keadaan tertidur dan sekarang naruto yakin kalau hinata tidak sedang bersama toneri karena terakhir yang dia dengar toneri di rawat inap di rumah sakit karena tulang rahangnya patah gara gara naruto..lalu kalau bukan dengan toneri hinata bersama siapa!! Naruto pun semakin cemas saat menyadari kalau diluar sana sedang hujan lebat
Tok..tok..tok..
Ketukan di pintu pun menyadarkan naruto dari lamunannya dan sesegera dia membuka kan pintu
"Astaga! Hime" kaget naruto saat melihat hinata yang basah kuyub
"Naruto kun"
Brakk
Hinata pun pingsan di hadapan naruto dan dengan sigap naruto membopong tubuh hinata masuk
"Eugh.ini dimana?" Tanya hinata sambil membuka kedua matanya
"Hinata kamu sudah bangun ini minum dulu s**u coklatnya" ucap naruto sambil menyodorkan segelas s**u coklat hangat
"Arigatou" ucap hinata sambil terseyum dan di balas dengan wajar datar oleh naruto
"Hime..kenapa kamu pulang basah kuyup, apa tousan tidak mengantar mu pulang" ucap naruto menahan amarahnya sebenarnya dia tahu kalau hinata tidak ke rumah orang tuannya karena naruto tadi menelepon orang tua hinata dan menanyakan keadaan ka-can yang sehat dan lebih parahnya hinata tidak ada disana
"Ehm..anu tadi tou san sibuk ngurus ka-can jadi aku pulang sendiri naruto kun" ucap hinata.naruto pun menatap dalam kedua mata indah milik hinata
"Ehm naruto kun aku mau tidur..selamat malam" ucap hinata mengakhiri tatapan mereka dan mencium pipi naruto cepat.naruto yang kaget hanya bisa diam dan selanjutnya tersadar saat hinata sudah membaringkan tubuhnya tidur
"Tidak biasanya hime begini"bathin naruto sambil berjalan ke sisi ranjang lainnya dan berbaring disana
"Selamat malam juga hime.have a nice dream" ucap naruto dan mematikan lampu tidur mereka