Kejutan atau petaka?

1101 Kata
Jangan pernah percaya kepada orang lain begitu saja,mungkin orang itu sedang merencanakan sesuatu yang tidak kita duga..dan disaat kita lengah dia akan menusuk kita dari belakang ______________________________________ Di part ini akan ada beberapa kali perubahan pov yaitu pov hinata,author,dan naruto harap diteliti pov apa yang sedang kalian baca ^_^ Hinata pov Hari ini aku sangat senang karena hari ini adalah hari yang sangat spesial hari ulang tahunnya naruro Sudah dari jauh jauh hari aku dan sakura,sasuke merencanakan ini dan pastinya rencana kami masih tertata apik tanpa ada yang tahu selain kami bertiga. Jika kalian menanyakan siapa yang menelepon ku saat aku di kantor naruto? Jawabannya adalah sakura dia sangat mendesak untuk datang memilihkan kue ulang tahun untuk naruto Dan sekarang persiapannya sudah selesai tinggal menunggu sakura dan sasuke datang tapi yang lebih penting orang yang sedang ulang tahun Saat aku sedang asik menata kue dipiring saji tiba tiba ada sebuah pesan yang masuk ke handphone ku "Hinata gomen kami telat" "Ha'i,nani sakura chan" Setelah membalas pesan dari sakura,Aku pun meletakkan handphone..tidak sabar rasanya untuk menunggu naruto kun Author pov Brakk Hinata pun terkejut saat melihat pintu rumahnya terbuka dengan keras "Naruto kun" ucap hinata dengan mata yang terbelalak saat melihat naruto masuk dengan muka yang sangat marah "coba katakan semua ini hinata!!" Bentak naruto marah "A-da apa na-ruto kun?" Tanya hinata gemetaran "Tentang semua foto ini"ucap naruto lalu melemparkan sebuah amplop ke wajah hinata Pranggg....prangg...pranggg Naruto pun melemparkan piring piring makanan yang sudah di siapkan hinata..hinata pun terkejut saat naruto melemparkan piring piring itu dengan ganas "Naruto kun ini ada apa?" Tanya hinata sambil menahan tangan naruto untuk melempar piring lagi "Tanyakan pada diri mu sendiri hinata,apa yang sudah kamu perbuat saat aku sedang bekerja..hah" jawab naruto sambil memegang amplop di depan wajah hinata Hinata pun mengambil amplop itu dan melihat isinya..betapa terkejutnya hinata saat melihat dirinya sedang b******a dengan laki laki lain dan masih banyak lagi foto hinata dan semuannya sangat mirip dengan dirinya "Hah..terkejut kelakuannya terbongkar..dahulu kukira kamu adalah wanita yang baik yang lemah lembut,ke ibuan tapi ternyata dugaan ku salah ternyata kamu serigala berbulu domba hinata!!" Bentak naruto lagi dengan sedikit penekanan di akhir katanya Air mata hinata pun tumpah sungguh dia tidak sanggup lagi mendengar semuannya..badannya terasa lemah perutnya mual dan kepalanya mulai pusing Kamu kenapa nak,yang kuat ya didalam "Naruto kun semua ini tidak benar..sungguh aku tidak pernah melakukan itu,kalau foto itu aku tidak tau bisa seperti itu sungguh naruto kun aku tidak tau...hiks..hiks" ucap hinata serak karena air mata yang terus menurus turun dari pipi mulusnya "Mana ada maling kalau sudah ketahuan ngaku..oh ya aku ingat dahulu kamu minta aku cerai kan,baiklah aku akan mengabulkan itu" naruto pun menghela nafas "Kita akan bercerai 2 hari lagi,kamu tinggal tanda tangan biar aku yang urus semuanya" ucap naruto final.hinata pun membelalakkan matanya dia tidak percaya dengan mudahnya naruto mengucapkan kata terkutuk itu "Tidak!!..kita tidak akan bercerai ini demi anak kita,aku tidak mau dia lahir tanpa ayah,biar aku yang pergi dari rumah ini" ucap hinata tegar Naruto pun tersenyum sinis mendengar kalimat yang keluar dari mulut hinata tadi "Anak? Bahkan aku meragukan dia benar benar anak aku..bisa saja dia anak dari hasil percintaan mu dengan orang lain" Plakkk Hinata pun menampar pipi naruto dengan keras sungguh dia tidak habis pikir orang yang di cintainya akan mengatan hal seperti itu "Cukup!! ,mungkin aku memang tidak seperti yang kamu kira,tapi dengar kata ini aku tidak pernah melakukan hal itu dengan orang lain dan jika naruto kun tidak mengakui anak ini..nani aku akan membesarkannya sendiri!!" Ucap hinata dengan lancar dan berlalu pergi meninggalkan naruto yang diam mematung Naruto pov Apa yang aku lakukan tadi kata kata yang keluar dari mulutku sungguh tak terduga bahkan aku tidak meyangka kalau hinata berani membalas ku dengan kata seperti tadi mana sifat lemah lembutnya...saat aku melihat air matanya sungguh hati ini tidak tega ingin sekali menghapusnya tetapi ego lebih tinggi kubiarkan saja air mata sialan itu terus turun saling mengejar dengan derasnya... wajahnya yang ayu tidak lagi terlihat Bodoh apa yang ku katakan bahwa hinata sedang mengandung bukan anakku apa aku sudah keterlaluan? Apa aku terlalu kasar? Apa aku termasuk pria b******k yang tidak mengakui anaknya sendiri? Penyesalan itulah yang kini kurasakan dapat kulihat dia dewi ku sedang memasukkan beberapa pakaiannya ke dalam koper belum lagi cairan bening yang terus keluar tanpa mau berhenti akhhh ya kami sama apa yang telah aku lakukan??? "Naruto kun aku pamit pergi ya?" Tanya hinata kepadaku "Hem" sungguh jawaban itu saja yang dapat keluar dari mulutku Hinata pun pergi meninggalkan ku Hancur sudah harapanku membangun keluarga bahagia bersama hinata.... "Hime kenapa kamu pergi.akkhhh..." teriak ku kencang Author pov Di sudut lain hinata sedang berjalan di pinggir jalan sambil menangis sesegukan belum lagi pusing di kepalanya yang sangat menyiksa..mungkin orang yang tidak tau akan menyangka hinata tidak waras atau sedang frustasi "Kamu harus kuat nak...kita akan pergi dari ayah mungkin dia sedang emosi" ucap hinata sambil meraba perut ratanya "Kamu kenapa nak capek ya..kita istirahat dulu ya" Hinata pun duduk di pinggir jalan sambil sesekali melihat orang yang hilir mudik dijalanan bahkan hinata melihat sebuah keluarga yang bahagia yang dimana anaknya sedang di gendong oleh ayahnya dan ibunya berdiri disamping suaminya sesekali bencanda gurau dengan anaknya "Apakah naruto kun akan seperti itu"bathin hinata tak dia duga cairan bening itu keluar kembali "Hinata??" Tanya seorang pria.hinata pun menolehkan kepalanya melihat siapa yang memanggil dia tadi "Toneri?" Tanya hinata sedangkan pria itu hanya memberikan senyum manisnya kepada hinata Hinata pun lekas lekas menyeka air mata di pipinya..dia tidak ingin toneri tau dia sedang menangis "Kamu ngapain disini hinata? Lalu mata kamu sembab kenapa?" Tanya toneri beruntun "Eh...tadi aku sedang jalan jalan saja..kalau mata sembab karena debu dijalan, bukankah kamu masih di rumah sakit?" Tanya hinata "Aku sudah keluar semalam,hinata kamu tidak pandai berbohong..coba ceritakan apa yang terjadi hinata?" Tanya toneri tegas sambil memegang pundak hinata "Tatap mata ku hinata" perintah toneri sambil menatap tajam ke dalam bola mata hinata Air mata hinata pun turun kembali..akhirnya hinata pun menceritakan bagaimana naruto marah,foto yang memperlihatkan dirinya sedang berselingkuh,dan yang terakhir bagaimana naruto tidak mengakui anak yang sedang dikandungnya..toneri pun menarik hinata dalam pelukannya "Hinata apa kamu masih mencintai naruto?" Tanya toneri dan dibalas anggukan oleh hinata "Sangat" toneri pun memejamkan matanya mungkin ini adalah keputusan yang terbaik karena dia tau hinata tidak mungkin menjadi miliknya "Baiklah hinata aku akan mencoba berhenti mencintaimu...mungkin menjadi sahabat lebih baik" bathin toneri Mereka tidak sadar kalau ada sebuah mobil yang tidak jauh dari mereka dan orang yang didalamnya sedang menatap tajam kepada mereka berdua "Sial!!" Ucap orang itu sambil memukul setir kemudi dengan keras dan pergi meninggalkan mereka
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN