bagian 44

495 Kata

Rusia. Musim dingin. Agra mengeratkan pakaian berbulu lembut dan topi yang menutupi kepalanya. Sementara, Ammah langsung kegirangan melihat butiran salju yang jatuh begitu pesawatnya memasuki Rusia. “Abang, pesawatnya kapan turun?” tanya Ammah yang siap dengan baju tebal berbulu halus berwarna putih. Agra tersenyum sambil menjawab, “Sebentar lagi. Sekitar lima belas menit kita sampai.” *** Suara alunan piano dan dentingan gelas terdengar dari dalam mansion yang di sulap menjadi tempat pesta. Keluarga yang datang mengenakan pakaian terbaiknya. “Apa Agra datang?” tanya Astuti, ibu tiri Agra. Robby mengangguk dan meneguk wine-nya. “Anak itu akan pulang ke sini untuk menjemput Dara.” “Ckckck. Kamu menculik anaknya.” “Dia tidak akan pulang ke tempat papahnya kalo gak begini,” ujarnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN