Agra membuka pintu kaca rumah sakit dan menunggu Ammah masuk. Sejak seminggu yang lalu, Agra dibuat semewen. Setiap malam, ada saja permintaan istrinya yang menurutnya itu aneh. “Ih, Abang. Ammah gak hamil, loh,” kata Ammah kesal. Ia duduk sambil menunggu antrean. “Cuma periksa aja, Mah.” Agra meraih ponselnya dan bermain game online. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya giliran Ammah. Ia berbaring di ranjang, lalu membuka perutnya. Bidan yang menangani Ammah langsung mengoleskan gel di perutnya dan meletakkan sebuah alat. “Wah, kembar tiga, ya, Bu Ammah,” ujar Bidan Ida sembari melihat monitor. Agra terkaget campur bahagia. Semua di luar ekspektasinya. Ia pikir, ia akan memiliki satu atau dua anak lagi, tetapi ia justru akan mendapatkan kembar tiga. Setelah selesai memeriksakan

