Bagian 42

297 Kata

Agra baru saja pulang. Ia terlihat membawa dua bungkus rujak pesanan Ammah. Agra membuka pintu kamar dan meletakkan rujak itu di atas nakas. “Ammah, rujaknya udah Abang beliin.” Agra membangunkan Ammah. Ammah yang baru tertidur langsung terbangun. Ia mengucek matanya sejenak dan melihat suaminya yang tampak lelah. “Abang lelah, ya? Ayo, sini tidur sama Ammah.” Ammah menepuk tempat di sebelahnya, membuat Agra tersenyum sambil mencium kening istrinya. “Makan dulu rujaknya.” Ammah menoleh ke nakas. “Sudah gak pengin lagi, Bang,” ucapnya polos, lalu kembali tidur. Agra melongo tidak percaya. “Aduh, mamahnya Dara kenapa buat papahnya semewen, sih.” Ia mengusap wajahnya kesal. Dara sedang berada di apartemen bersama umi dan abi Agra. Lelaki itu berjalan menuju kamar mandi. Keluar dar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN