Selesai sudah mereka bermain biang lala alias naik bukan bermain. Mereka berdua pun berjalan mengitari pasar malam. Dan berhenti lagi di wahana kora-kora.
"Naik itu yok Nda."ajak Vanno.
"Ayok."balas Manda.
Vanno pun membeli tiket untuk dua orang. Dan kembali lagi ke Manda.
"Yok naik, pas juga wahananya berhenti."ucap Vanno.
"Ayok."jawab Manda.
Mereka pun naik ke wahana kora-kora. Sambil menunggu pengunjung yang lain agar tidak bosan mereka berdua pun mengobrol.
"Lo gak takut kan Nda?"tanya Vanno.
"Ya enggak lah, masa naik biang lala berani naik kora-kora gak berani."jawab Manda.
"Kan cewek jaman sekarang kebanyakan drama."ucap Vanno.
"Kebanyakan drama gimana? "tanya Manda.
"Cewek-cewek sekarang kalau naik biang lala apa kora-kora sama pacarnya pasti takut biar dipeluk sama pacarnya."ucap Vanno sambil terkekeh.
"Modus dong."jawab Manda.
"Itu tau, tapi kok lo beda ya? "tanya Vanno.
"Ya iyalah beda,gua kan limited edition."jawab Manda sambil terkekeh.
"Kaya barang dong."ucap Vanno sambil terkekeh.
Manda pun tertawa hanya karena ucapan Vanno. Jadi sekarang mereka berdua tertawa bersama.
"Udah Van,perut gua sakit ketawa mulu."ucap Manda sambil memegangi perutnya.
"Mau melahirkan to bu? "Ucap Vanno sambil tertawa.
"Ihh udah sakit nih perut gua."ucap Manda kesal.
"Iya-iya, bentar lagi juga penuh tempat duduknya."ucap Vanno.
Selang lima belas menit wahana kora-kora pun bergerak. Dari pelan ke cepat. Semua orang berteriak histeris. Termasuk Manda.
"Huaaa...Vanno asik banget. "teriak Manda.
Vanno hanya tersenyum melihat Manda bahagia. Walaupun setiap hari mereka berantem. Tetapi mereka juga saling menyayangi. Tetapi hanya sebatas sahabat.
Beberapa menit kemudian wahana kora-kora pun berhenti. Mereka semua yang menaikinya pun turun. Termasuk Manda dan Vanno.
"Gimana,seru enggak? "tanya Vanno.
"Seru banget."jawab Manda.
"Mau main apa lagi? "tanya Vanno.
"Udah deh, yuk pulang nanti dimarahin mama."jawab Manda.
Sekarang memang sudah pukul sembilan. Mamanya Manda bilang sebelum jam sepuluh harus sudah pulang.
"Gak mau beli apa gitu?"tanya Vanno.
"Biasanya cewek suka banget sama bunga kapas."sambung Vanno.
"Gua gak terlalu suka manis Van, nanti gigi gua sakit gimana? "ucap Manda.
"Lo beda banget sih dari cewek lain, jadi gemes deh."ucap Vanno sambil mencubit hidung Manda.
"Ish...sakit tau, tadi pipi sekarang hidung. "kesal Manda.
"Yaudah gua minta maaf."ucap Vanno.
"Ada syaratnya."ucap Manda.
"Apa syaratnya coba,kalau gua bisa bakal gua turutin."ucap Vanno.
"Beliin gua cilok sepuluh ribu. "ucap Manda.
"Cilok doang?Gak ada yang lain gitu. "ucap Vanno songong.
"Ih songong amat lo, gua kan pengennya cilok."ucap Manda.
"Iya-iya, yaudah ayok beli."ucap Vanno.
"Ayok."jawab Manda antusias.
Manda dan Vanno pun berjalan mencari pedagang cilok di pasar malam. Akhirnya setelah sepuluh menit mereka menemukannya.
"Bang ciloknya sebungkus berapa harganya? "tanya Vanno.
"Lima ribu den."jawab pedagang cilok.
"Yaudah beli dua tapi sepuluh ribuan ya."ucap Vanno.
"Jadi ciloknya satu bungkus sepuluh ribu apa sepuluh ribu jadi dua? "tanya abang tukang cilok.
"Sebungkus sepuluh ribu. "ucap Vanno.
Dimana Manda? Manda sedang duduk dikursi dekat penjual cilok tersebut.
"Oke den,tunggu sebentar ya."ucap abang cilok tersebut.
"Eh bentar den, ciloknya pedes semua kan?"tanya abang cilok.
"Iya bang, saya tunggu dikursi sana ya."ucap Vanno.
"Siap den."jawab abang cilok tersebut.
Vanno pun menyusul Manda yang sedang duduk santai.
"Ngeliatin apaan sih? Fokus banget. "tanya Vanno.
"Eh, enggak apa-apa kok. "jawab Manda.
Vanno tau kalau Manda melihat boneka beruang besar yang ada di tempat permainan. Vanno yang peka pun langsung menuju tempat permainan tersebut.
"Lo disini dulu ya,gua mau kesana sebentar."ucap Vanno.
"Nih duitnya kalau nanti ciloknya udah dianterin kesini. "sambung Vanno sambil memberikan uang satu lembar lima puluh ribu.
Manda pun melihat Vanno yang berjalan menuju tempat permainan yang terdapat boneka beruang besar.
MasyaAllah,peka sekali Vanno, kukira dia cowok usil yang suka mengganggu ternyata tidak.batin Manda.
"Neng ini ciloknya aden yang tadi kan? "tanya abang penjual cilok sambil memberikan ciloknya.
Lamunan Manda pun buyar akbiat abang penjual cilok.
"Eh iya bang,berapa semuanya?"tanya Manda ke abang penjual cilok.
"Dua puluh ribu neng. "ucap abang penjual cilok.
Manda pun memberikan satu lembar uang lima puluh ribuan yang tadi diberikan Vanno.
"Ini neng kembaliannya."ucap abang cilok tersebut sambil memberika uang kembalian.
"Makasih ya bang. "ucap Manda.
"Sama-sama neng. "jawab abang cilok tersebut dan meninggallan Manda.
Manda pun kembali melihat Vanno. Tapi nihil Vanno sudah tidak ada di tempat permainan tersebut.
Tiba-tiba ada boneka beruang besar dihadapannya. Manda pun menoleh kebelakang. Dan ternyata yang memberikan boneka beruang tadi adalah Vanno.
"Nyariin gua ya, gua tau gua itu ngangenin. "ucap Vanno ke pdan.
"Idih, gua kira lo ninggalin gua disini. "jawab Manda.
"Nih boneka buat lo, gua tau dari tadi lo ngeliatin ini kan?gua kan cowok peka. "ucap Vanno sambil memberikan boneka beruang tadi.
"Makasih Vanno."ucap Manda sambil menerima boneka beruang yang diberikan Vanno.
"Nih cilok lo. "sambung Manda sambil memberikan ciloknya Vanno.
"Udah buat lo aja, gua tau lo suka sama cilok."ucal Vanno.
"Beneran? "tanya Manda.
"Beneran Manda, yaudah yuk pulang nanti dimarahin mamah lo. "ucap Vanno.
"Makasih ya Van. "ucap Manda berterima kasih.
"Sama-sama. "Jawab Vanno.
Mereka berdua pun berjalan menuju tempat parkiran.
Skipp...
Sesampainya didepan pintu gerbang rumah Manda.Manda pun turun dari mobil Vanno dan tidak lupa membawa boneka beruang besarnya dan ciloknya. Vanno pun ikut turun dari mobil untuk membantu Manda membawa bonekanya. Boneka yang didapat Vanno bermain tadi memang besar ukurannya.
"Vanno. "panggil Manda.
"Iya apa?"jawab Vanno.
"Makasih ya untuk hari ini, jujur gua bahagia banget dan besyukur banget ada yang bisa bikin gua bahagia."ucap Manda.
"Gak usah bilang makasih, gua disini cuma perintah Allah untuk ngejagain lo dan bikin lo bahagia."ucap Vanno sambil memegang kedua pipi Manda.
Manda pun dibuat takjub oleh perkataan dan perlakuan Vanno.
"Besok berangkat sekolah bareng gua ya, gak ada penolakan. "sambung Vanno.
Entah mengapa Manda menganggukan kepala.Biasanya dia juga susah banget diajak berangkat sekolah bareng Vanno.
Manda pun tersenyum melihat Vanno. Dan Vanno juga tersenyum melihat Manda. Jadi mereka berhadapan saling membalas senyum.
"Jangan tunjukin senyum lo ini ke orang lain selain gua. Karena yang bisa liat senyum lo ini cuma gua. "ucap Vanno.
"Dan gua juga bakal nunjukin senyum gua cuma ke lo doang dan gak akan ada orang lain yang bisa liat selain lo. "sambung Vanno.
Manda pun dibuat blushing oleh perkataan Vanno.
"Udah sana masuk,lain kali jangan pakai blus on tebel-tebel."ucap Vanno sambil menyuruh Manda masuk.
"Gua masuk dulu ya, hati-hati dijalan."ucap Manda.
"Eh gak mau mampir dulu? "tanya Manda.
"Gak usah,udah malam juga nanti dicariin bunda."jawab Vanno.
Manda pun melambaikan tangannya menandakan perpisahan. Vanno hanya membalasnya dengan senyuman.
Manda pun memasuki rumahnya sambil memegangi kedua pipinya yang panas.Dan mobil Vanno sudah melaju menuju rumahnya. Manda pun hanya senyum-senyum sendiri tidak jelas.Bisa dibilang hari ini Manda bahagia karena laki-laki.
Next▶