Chapter 105

1017 Kata

*** “Yaya jangan nangis, Sayang. Mima pasti baik-baik aja. Yaya tenang ya.” Tanpa mengalihkan fokus dari jalanan, ucapan tersebut Asta lontarkan pada Tanaya yang duduk sambil terisak di samping kirinya. Tidak hanya menenangkan lewat ucapan, dia juga mengusap pucuk kepala sang putri dengan tangan kirinya sementara tangan kanan sibuk mengendalikan kemudi. Didatangi Tanaya kemudian diberitahu tentang apa yang terjadi pada Valeria, Asta panik. Bergegas menuju unit sang mantan istri, dia mendapati perempuan itu tergeletak tidak sadarkan diri dengan wajah yang pucat. Tak mau terjadi sesuatu pada Valeria, keputusan untuk membawa sang mantan ke rumah sakit, diambilnya. Tanpa menghubungi Sastra, dia membawa Valeria hanya berdua saja dengan putri kecilnya yang kali ini tidak menunjukan kebencian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN