*** “Kamu ngapain balik lagi?” Sigap berdiri setelah melihat Asta pada jarak beberapa meter, pertanyaan tersebut akhirnya Sastra lontarkan setelah mantan suami Valeria itu sampai di dekatnya. Dilanda heran sekaligus perasaan tidak enak, itulah Sastra sekarang karena semenjak sang kekasih ingin membatalkan pernikahan, pikiran Sastra tentang Asta selalu saja buruk. “Nungguin Valeria,” jawab Asta—membuat Sastra mengerutkan kening. “Barusan pas saya sampai parkiran, dia telepon dan minta ditungguin. Katanya Vale pengen pulang sama saya.” Sastra tersenyum miring. Di telinganya ucapan Asta terdengar tidak masuk akal sehingga sebuah ucapan meremehkan pun dia lontarkan. “Ngarang cerita darimana kamu?” tanya Sastra. “Sikap Vale ke kamu memang lebih baik semenjak dia sakit, tapi sampai minta di

