Chapter 92

1023 Kata

*** Cukup lama mengobrol dengan dokter, Valeria berpamitan dengan raut wajah yang cukup sendu. Tidak langsung melangkah di koridor menuju lobi, yang dia lakukan justru berjalan ke arah lain. Melangkah sambil menenteng kertas hasil pemeriksaan, Valeria seperti melayang, karena setelah mendengar vonis yang dilontarkan dokter, perasaannya jauh dari kata baik. “Kenapa semua harus terjadi saat aku hampir meraih kebahagiaan di dalam hidup aku?” tanya Valeria di sela langkah. “Sebentar lagi aku menikah dengan Mas Sastra, tapi hal yang enggak pernah aku bayangkan justru datang. Harus ngomong apa coba aku ke Mas Sastra? Dia pasti terbebani.” Kedua mata Valeria basah dan perih. Cukup jauh berjalan dari ruang dokter, dia melirik sebuah bangku di taman rumah sakit. Menoleh ke kanan dan kiri terlebi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN