*** “Bapak ada janji sama orang, Pak?” Setelah sebelumnya kompak beralih atensi, pertanyaan tersebut Katya lontarkan usai suara bel di apartemen terdengar beberapa detik lalu. Sedang di dapur, sejak beberapa menit lalu kegiatan Katya adalah; membuat spageti untuknya dan Asta. Untuk makan malam, sebenarnya sekarang sudah terlalu larut. Namun, Katya menerobosnya karena ketika datang ke apartemen, Asta ternyata belum mengisi perut dengan apa pun—membuat dia dilanda kaget sekaligus khawatir. “Enggak,” jawab Asta. “Kamu lanjutin aja masaknya, biar saya yang bulain pintu.” “Enggak saya aja?” “Kamu kan lagi masak, udah aja lanjutin,” ucap Asta. “Yang buka pintu biar saya aja.” “Oh, oke deh,” ucap Katya. Tidak terus di dapur, Asta melangkah pergi menuju ruang tengah. Bergegas menuju pintu,

