Chapter 102

919 Kata

*** “Dasar perempuan enggak tahu sopan santun. Mau dibantuin malah dimatiin telepon dari aku. Enggak tahu adab.” Riana yang barusaja masuk, spontan mengerutkan kening setelah ucapan tersebut dilontarkan sang suami yang siang ini duduk di mejanya. Tidak di rumah, Riana sedang berada di salah satu restoran milik Tegar. Bukan untuk sekadar berkunjung, Riana ikut membantu pelayanan di sana karena beberapa karyawan pindah ke restoran pusat. Cukup lama bekerja, beberapa waktu lalu dia berniat untuk istirahat, hingga ketika membuka pintu, suara Tegar membuatnya dilanda penasaran. “Kamu kenapa, Mas? Kok emosi gitu.” “Calon menantu kamu enggak tahu sopan santun,” jawab Tegar dengan wajah ditekuk. “Telepon dari aku dimatiin. Padahal, aku hubungin dia buat kasih bantuan.” “Bantuan apa?” tanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN