*** “Makanannya enggak enak ya, Sayang?” Valeria sedikit tersentak setelah pertanyaan tersebut tiba-tiba saja didapatkannya dari Sastra. Sigap mengangkat pandangan, dia tersenyum tipis sebelum kemudian berkata, “Enggak kok, enak. Makanan yang kamu buat mana ada yang enggak enak sih. Semuanya pasti enak.” Dua puluh menit berlalu pasca tibanya Valeria di apartemen, masakan yang Sastra buat akhirnya selesai, sehingga sebelum Tanaya terbangun dari tidur siang, makan siang bersama lekas dilaksanakan. Tidak di ruang tengah, pasangan kekasih itu duduk berdua di meja makan. Tak mengobrol hangat seperti biasa, Valeria seperti sibuk dengan pikirannya sendiri sementara Sastra menyantap makanan sambil memperhatikan sang calon istri, sebelum kemudian buka suara setelah sibuk menimbang-nimbang. “

