*** “Om Sas enggak apa-apa? Yaya perhatiin, Om Sas banyak diam setelah ketemu sama Opa Tegar.” Sepuluh menit suasana hening menyelimuti mobil, pertanyaan tersebut Sastra dapatkan dari Tanaya yang duduk persis di sampingnya. Sudah tidak lagi di sekolah, dia dan putri semata wayang Valeria tersebut kini sedang di perjalanan menuju rumah sakit. Sempat mengobrol dengan Tegar, Sastra langsung mengakhiri perbincangan dan berpamitan pergi setelah sang ayah menawarkan sebuah pilihan. Tidak ada opsi yang diambil, dia memutuskan untuk menolak karena meskipun Valeria membutuhkan donor, dia tidak sampai hati meninggalkan perempuan itu kemudian menikah dengan Ayudya. “Om Sas baik-baik aja, Cantik,” jawab Sastra sambil menoleh sekilas pada Tanaya. “Maaf ya enggak ngajak Yaya ngobrol. Om Sas tadi mik

