*** “Keluarga Ibu Valeria?” Asta spontan membuka mata kemudian menoleh. Ketiduran di tengah kegiatannya menunggu Valeria cuci darah, dia sedikit terkejut setelah panggilan tersebut tiba-tiba saja terdengar. Mendapati seorang perawat di ambang pintu, dia bertanya, “Ya, Suster. Kenapa?” “Proses cuci darah yang dijalani Bu Valeria sudah selesai, Pak. Barangkali mau dijemput, Bapak silakan masuk. Bu Valeria masih di dalam.” “Ah iya, sebentar.” Tanpa memperdulikan rasa pusing yang bersemayam di kepala, Asta beranjak. Melirik jam tangan kemudian mengedarkan pandangan untuk mencari Sastra, dia tidak mendapati pria itu, sehingga setelahnya Asta pun mengambil langkah. Sudah bukan lagi pagi, jarum jam kini ada di angka setengah dua belas siang, sehingga jika dihitung dari dimulainya proses c

