31

1324 Kata

Faten mendekat, menatapnya memperhatikan dengan lembut. Udara di sekitar mereka terasa dingin, perlahan, dia mencium kedua kelopak mata Taran. Bibirnya kemudian berpindah ke pipi, ke pelipis setiap sentuhan pekat akan hasrat yang bernafsu Dan terakhir, saat bibir terasa hangat oleh nafas Taran, Faten berhenti sejenak “Semua yang ada padamu…”membisikan terasa berat, “…sudah sempurna bagiku.” Dan dia menyempurnakannya dengan sebuah ciuman lembut berisi seluruh pengakuan yang tak perlu lagi diucapkan Kamar tidur terasa manis dan menyenangkan, disinari lampu buram dari sisi tempat tidur. Taran berdiri membelakangi ranjang, duduk di depan lemari yang terbuka lebar. Tangannya sibuk melipat kemeja linen biru muda, lalu meletakkannya dengan rapi di dalam koper Suara gesekan kain dan nafas ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN