Faten masih memeluk Hana dari belakang. Tubuhnya yang lelah setelah menyusui bayi terasa ringan di pelukannya. Hana diam saja, tak lagi berontak, tapi juga tak membalas. Faten mencoba membujuk dengan suara lembut memohon “Sayang… aku janji. Kita nggak perlu tinggal serumah sama Ibu dan Rina lagi. Aku akan putus hubungan dengan mereka kalau itu bisa buat kamu kembali ke pelukanku.” Hana menoleh dengan tatapannya tegas “Om… kalau Om sampai memutuskan hubungan dengan Ibu dan adikmu hanya karena aku, sama saja aku yang memisahkan anak dari ibunya. Aku sekarang sudah jadi ibu. Aku tahu rasanya kalau harus kehilangan anak. Aku nggak mau jadi penyebabnya.” Faten terdiam sejenak. Ia menghela napas panjang, lalu mencoba lagi, kali ini dengan nada lebih meyakinkan “Baiklah. Aku nggak akan put

