Bissmillahirrahmanirrahim ...
Bel istirahat telah berbunyi, Zafira dan teman-teman lantas beranjak dari tempat duduknya menuju kantin. Mereka berjalan beriringan Zafira, Fanny, Sindy dan Aurel mereka berempat yang lebih akrab. Bahkan mereka sampai membuat geng yang bernama geng CCM alias Ciwi-Ciwi Manis. Selain pintar, mereka juga cantik dan manis.
Sesampainya Zafira dan teman-tiba di Pintu masuk, tiba-tiba saja ada seseorang yang menabraknya tidak sengaja.
Brukkkkk!
Zafira kaget, ia membelalakkan matanya. Dan melihat siapa yang telah menabraknya. Ternyata ketos kutub yang menabraknya.
Maaf! Ketua osis itu lantas dia pergi menjauh dari Zafira.
Sedangkan Zafira mematung di tempatnya. Aneh, pikirnya.
Entahlah, sikap dingin itu bahkan Zafira sangat tidak mengajar. Wajah datarnya, membuat Zafira malas sekali bertemu dengan lelaki itu.
“Eh Za, tadi kak Zakki yah?” tanya Fanny yang melihat Zakki menabraknya. Zafira hanya mengangguk. Dia malas untuk mengingat perkataan Fanny yang menanyakan lelaki itu.
“Kok kamu kaya enggak suka gitu sama kak Zakki, dia ganteng loh,” goda Fanny padanya. Namun, Zafira mendengus kesal.
“Ihhh… apaan sih Fan, gue itu enggak suka cowok kaya dia,” ucap Zafira ketus.
“Yaudah, kalau loh enggak suka, jangan marah dong haha…” kata Fanny diakhiri tawa.
Sedangkan Sindy dan Aurel mereka sudah ada tempat duduk.
“Ehh, kalian mau sampai kapan berdiri di depan pintu gitu? Ayo sini! ” kata Sindy menyuruh mereka berdua masuk. Lantas Zafira dan Fanny mendekat ke arah Sindy dan Aurel.
Kemudian mereka pun memesan makanan.
“Lu tau gak, kak Zakki itu paling dicari di sekolah ini. Jadi Lu jangan galak sama dia, ”kata Fanny.
“Fan Gue Gak Peduli, Mau Dia Most Wanted Anak Pemilik Sekolah, Gue Gak Peduli Dan Ingat Gue Enggak SUKA SAMA DIA,” kata Zafira dengan penekanan kata terakhirnya.
“Hati-hati sama ucapan lo itu Za, nanti kuwalat lo!” kata Sindy kata perkataan Zafira.
Mereka pun tertawa terkecuali Zafira. Dia malah mendengus kesal dengan teman-teman ini.
***
Seorang lelaki tengah berjalan menuju kantin sendirian, dia berjalan dengan langkah tegapnya. Banyak perempuan yang juga menggemari dirinya selain ketua osis itu. Bayu Aditya Purnama — Anak sekolah sekaligus sekolah terkenal di sekolah SMA Pelita Harapan selain Muzakki. Ya, Bayu adalah anak pemilik sekolah ini. Penampilannya selalu membuat kaum hawa menjerit dan ingin berteriak karena penampilannya yang mempesona kaum hawa. Sesampainya di kantin, Bayu langsung memesan makanan. Setelah itu ia duduk di kursi seorang diri.
Sesekali meminum jeruk yang ia pesan tadi, namun netranya menemukan sosok bidadari di sekolah ini. Hatinya langsung jatuh pada dia yang sedang duduk di lapangan.
“Cantik” gumam Bayu saat menatap perempuan itu.
Bayu memutuskan untuk menghampiri perempuan yang tengah duduk bersama teman-teman.
Hai! Sapa Bayu saat sudah mempertimbangkan perempuan tadi.
Zafira, perempuan itu adalah Zafira.
“H — Hai ...” balas Zafira dengan gugup. Tampan, batin Zafira.
“Kenalin gue Bayu, anak pemilik Sekolah Pelita Harapan,” katanya sambil menyodorkan dana. Kemudian Zafira meraih tangan Bayu untuk bersalaman.
“Zafira Adelia Herlambang, panggil aja Zafira,” kata Zafira tersenyum kikuk.
“Lo anak baru ya?” tanya Bayu menerka Zafira.
“I — Iya ... aku kelas 10 kak,” jawab Zafira gugup. Lelaki yang lulus ujian ini pasti kakak kelasnya.
“Iya gue kelas 12 Ipa 3,” kata Bayu lagi.
“Iya kak Bayu, salam kenal yah,” ucap Fanny yang berhubung perkataan Bayu. Namun, Bayu hanya tersenyum kikuk.
Sedangkan Zafira, dia hanya tertunduk malu. Jantungnya butuh oksigen, dadanya terasa sesak saat dekat kakak kelas yang satu ini. Wajah tampan Bayu membuat Zafira kagum dengannya. Entah sejak kapan perasaannya ini tumbuh pada sosok lelaki itu. Some baru beberapa menit dia berkenalan dengan lelaki itu, tapi perasaan ini tiba-tiba saja tumbuh. Entah perasaan kagum saja atau lebih dari itu.
Allah ... kenapa perasaan ini tumbuh hanya beberapa detik saja. Apakah ini jatuh hati pada pandangan pertama? Ya Rabb ... aku kenapa?
“Za ... itu kak Bayu nanya, kamu kenapa?” tanya Fanny sambil menepuk lengan Zafira pelan.
“Eh ... Iya kenapa kak?” tanya Zafira sambil menetralkan detak jantungnya. Dia tidak mendengar pertanyaan dari Bayu, dia terlalu terpesona dengan ketampanannya.
“Nanti malam kita jalan, kamu mau?” ajak Bayu pada Zafira.
“Huwa… Za, mau aja. Kapan lagi diajak jalan sama cowok ganteng coba, ”tutur Aurel yang berasal dari perkataan Bayu. Sindy dan Fanny juga tersenyum melihat sahabatnya itu diajak jalan oleh anak pemilik sekolah.
Zafira membulatkan matanya menatap Aurel, sebab yang satu ini tidak bisa diajak kompromi. Pasalnya, Zafira sangat malu dengan kelakuan Aurel yang tiba-tiba menyahuti perkataan Bayu.
“Aku — Iiiiya kak mau,” ucap Zafira akhirnya.
Dengan nafas yang masih tersengal, akhirnya Zafira bisa mengatakan kalau dia mau jalan dengan Bayu.
“Oke, nanti aku jemput jam 7 malam,” kata Bayu setelah mengatakan itu dia pamit untuk ke kelasnya lagi.
“Huh .... Za semoga kamu bisa jadian yah!” kata aurel sambil menepuk lengan zafira.
Beruntung kamu Za, diajak sama cogan, kata Sindy. Namun, Zafira hanya tersenyum menanggapinya.
“Yaudah kita ke kelas aja yuk” ajak Fanny yang di angguki mereka bertiga.
***