5. Jadian

1191 Kata
Bissmillahirrahmanirrahim "Cinta yang hadir sebelum pernikahan itu tidak akan Allah ridhoi, kecuali setelah menikah. Allah akan hadirkan rasa cinta itu, sekalipun dua insan tak saling mencinta." @ aliyanatasya25 *** Zakki menyusuri koridor sekolah, kedua hak tersebut dapat ia sebut dalam saku celana abu-abunya, pandangannya terus ke bawah seperti orang yang sudah kehilangan uangnya. Kenapa dengan perasaan ini ya Rabb? tanyanya dalam hati pada dirinya sendiri. Ada apa dengan perasaan Zakki? Apakah dia sudah mulai jatuh hati pada gadis itu? Aaaah ... tidak, tidak. Zakki harap ini perasaan atas perasaan atas dasar suka. Iya, Zakki berharap seperti itu. Zafira. Nama itu yang selalu ada dalam pikirannya. Kenapa bisa Zakki selalu menilai wanita itu? Oh, terima kasih tipe Zakki sama sekali. Zakki wanita yang berpakaian Syar'ii bukan seperti Zafira yang masih mengabaikan kewajibannya. Zafira memang berhijab, tapi belum sepenuhnya menutupi auratnya. Rambutnya masih terlihat dan mungkin akan terlihat seperti kelihatannya. Tipe Zakki itu yang tertutup bukan seperti Zafira. Tapi, entah mengapa saat melihat wajah, Zakki selalu membayangkan Zafira memakai pakaian Syar'ii. Pasti Zafira akan terlihat sangat cantik. Zakki menggelengkan sebuah kepalanya, dia menepis bermacam pikiran di otaknya. Tak seharusnya dia membayangkan wanita yang bukan mahramnya. Keningnya berkerut, wajah tampan namun datar menatap lurus ke arah tempat parkir. Dia terus memperhatikan dua insan yang saling menukar senyuman. “Ya Allah, kenapa harus cemburu?” Benarkah dirinya cemburu? Apakah cinta itu tumbuh didalam hatinya? Jika iya, tolong Zakki. Agar dia bisa menahan rasa itu, untuk tidak menyatakan pada gadis bernama Zafira. Bukankah cemburu itu tandanya cinta? Dari pada harus merasakan cemburu, Zakki memutuskan untuk pergi meninggalkan koridor yang menembus ke arah parkir. Sedangkan dua insan itu adalah Zafira dan Bayu. Kini, mereka tengah berada di area parkir. Bayu dan Zafira tengah menukar tawa bersama. Bayu menyenderkan badannya didepan mobil melepaskan, sedangkan Zafira berdiri di hadapan Bayu. “Iyaudah, nanti malam kamu tunggu aku ya,” kata Bayu sambil menatap wajah Zafira. Zafira mengangguk. “Iya kak,” katanya diakhiri senyum. Entah mengapa, Zafira merasakan hal aneh dalam dirinya. Dia merasa nyaman saat berada di samping Bayu. Dia merasakan hatinya tenang. Apakah dia telah jatuh hati pada kakak kelasnya ini? Jika iya, bolehkah Zafira berharap menjadi pacar untuk Bayu? Tapi, apakah Bayu akan memilih juga sama seperti dirinya, atau malah sebaliknya. Entahlah ... Dia akan mempersiapkan nanti malam. “Pokoknya, nanti malam harus dandan yang cantik,” *** Malam telah tiba, seperti yang Bayu katakan di kantin sekolah tadi siang, dia akan menjemput Zafira ke rumah. Setelah tadi mendapat alamat rumah Zafira, Bayu mengetahui menuju rumah Zafira dengan mobil pintar. Sesampainya dia di depan rumah Zafira, ia turun dari mobil dan berkaca di spion mobilnya, membenarkan rambut yang sedikit terlihat kacau, menurutnya. Sedangkan di dalam kamar, Zafira sedang bercermin. Melihat penampilan yang sudah rapi. Ia memakai celana berbahan katun, dengan tunik berwarna dipadu dengan jilbab yang bentuknya miring ke kanan. Tok ... tok ... Suara pintu kamar terbuka dan menampilkan sosok Mamanya yang tengah berdiri disana. Kamu mau kemana? tanya Mama Helena saat memperhatikan penampilan anaknya. “Hmmm ... mau jalan Ma,” katanya sambil menyengir. Sedangkan mamanya, Helena hanya menggeleng sebuah kepala. Lagi dan lagi, anaknya itu sering kali jalan malam bersama lelaki yang bukan mahram. Padahal sudah berapa kali mama Helena menasihatinya untuk berjaga jarak dengan laki-laki ajnabi. Tapi, tetap saja Zafira tak mendengarkan. “Sudah berapa kali Mama mengingatkan Zafira, agar tidak dekat-dekat dengan laki-laki,” kata Mamanya masih dengan nada lemah lembutnya. Terkadang Mamanya tak habis fikir, salah apa dia di masa lalunya dulu, sehingga mendapati anak yang susah di atur. Biasa Ma, anak muda. Zafira berhak kok dekat sama lelaki mana pun, asal dia baik kan, ”balasnya menundukkan kepala. “Mama tahu itu, tapi jangan mudah terayu oleh gombalan lelaki yah nak,” kata Mama lagi menasihati Zafira. “Iya Ma, Insyaa Allah Za bisa kok jaga diri,” Di ruang tamu, Fajar sedang menginterogasi Bayu. Sedari tadi Papanya Zafira itu menanyakan banyak hal tentang Bayu. “Oh iya, kamu teman sekelas atau gimana?” tanya Fajar lagi. “Saya kakak kelas Zafira Om,” sahutnya sopan. Fajar hanya menganggukkan kepalanya. “Nama kamu siapa tadi? Hmmm Bayu Yah? ” Bayu mengangguk. “Iya Bayu, Om harap kamu tidak menyakiti hati anak saya yah,” kata Fajar. Seorang Ayah tidak ingin anak perempuannya disakiti oleh lelaki yang tidak bertanggungjawab. Sebab, ayah adalah orang yang selalu melindungi anak perempuannya. Karena itu, ayah adalah cinta pertama bagi anak perempuannya. Jika anak perempuannya tersakiti, maka yang berada di garda terdepan adalah seorang ayah. “Iya Om, saya akan menjaga Zafira, anak om” jawab Bayu. "Pa!" panggil Zafira yang baru saja menuruni anak tangga bersama Mamanya. “Eh, kamu sudah selesai dandannya?” tanya Papa Fajar melihat putrinya yang sudah siap mau pergi. “Sudah Pa, kalau begitu Za izin keluar sama kak Bayu yah,” kata Zafira meminta izin pada Papanya. Fajar mengangguk seraya kata. “Yaudah, hati-hati dan jangan terlalu larut pulangnya” kata Papa Fajar. “Bayu, jagain Zafira. Jangan sampai larut pulangnya, ”pesan Fajar pada Bayu. Bayu mengangguk lalu berkata, “Siap Om! Saya akan jagain Zafira, ”katanya sambil tersenyum. “Ya sudah, Ma, Pa. Za pamit yah,” Zafira mencium tangan kedua orang tuanya. “Om, tante. Bayu izin ajak pergi Zafiranya yah, ”izin Bayu pada kedua orang tua Zafira. Sedangkan Papa dan Mamanya Zafira hanya mengangguk setuju. Sebenarnya Mama Helena khawatir sebagai seorang ibu. Namun, dia percayakan bahwa Zafira dapat menjaga dirinya. Setelah mendapat anggukan, Zafira maupun Bayu terbang menuju mobil. “Ka Bayu, kita mau kemana sih?” tanya Zafira penasaran. Pasalnya, sedari tadi dia penasaran sekali. Bayu tak mengucapkan apapun padanya. Bayu hanya fokus menyetir mobil. “Nanti juga kamu tahu,” hanya itu yang bisa Bayu katakan. Dia sibuk menyetir. Selang beberapa menit, akhirnya mobil yang mereka tumpangi telah sampai di depan salah satu restoran elit di Jakarta. Bayu turun dari mobilnya dan memutari mobil untuk membukakan pintu untuk Zafira. “Silakan tuan putri!” kata Bayu manis sekali. Sampai membuat Zafira tersenyum melihatnya. “Apaan sih kak Bayu,” protes Zafira. Sebab, dia gerogi saat Bayu memanggilnya dengan sebutan 'tuan putri'. “Gapapa kan, aku panggil kamu tuan putri?” tanya Bayu dengan menatap Zafira lekat. Zafira yang di tatap seperti itu, dia hanya bisa menunduk malu. Bibirnya tak lepas dari senyumannya. “Hemm, yaudah kalau gitu kita masuk aja yuk,” akhirnya Bayu memutuskan untuk mengajak Zafira memasuki kawasan restoran itu. “Silakan duduk tuan putri!” lagi pipi Zafira merah merona saat Bayu mempersilakannya bagai tuan putri sungguhan. Bayu menarik satu kursi untuk Zafira, setelah itu dia mendudukkan dirinya di seberangnya. Bayu memanggil seorang pelayan, kemudian dia memesan makanan. Kamu mau apa? tanya Bayu saat membuka menu makanan. “Samain aja,” kata Zafira. Setelah memesan, dan pelayan itu kembali. Bayu dan Zafira menunggu pesanannya. “Ekhemm ...“ Bayu berdehem pelan. Suasana seperti inilah yang Zafira tak suka. Karena membuat pasokan udara dalam jantungnya berdetak kencang. “Zafira ...” panggil Bayu dengan nada lembut. Iya? sahut Zafira terlihat malu. Namun, menatap Bayu. “Kamu mau jadi pacar aku?” Deg! Satu kalimat yang pada akhirnya Zafira membayangkan terdengar jelas di telinganya. Ini bukan mimpi kan? Zafira mencubit pipinya keras. Sakit. Berarti ini bukan mimpi. Ya Allah ... Kak Bayu nembak aku. “Gimana Za?” tanya Bayu lagi. Iya, aku mau. Akhirnya, mereka berpacaran resmi. Zafira hanya sedang dalam godaan setan. Dia tergoda untuk menikmati cinta yang belum halal. Cinta yang seharusnya dia jaga untuk suaminya kelak. Namun, imannya goyah karena dia mencintai lelaki itu. Lelaki yang kini menjadi pacarnya. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN