6. Cemburu

999 Kata
Bissmillahirrahmanirrahim "Rasanya terlalu cepat untuk merasakan cemburu ini." -Muzakki Adithya G- Hijrah Bersamamu ⚠Ambil baik, buang buruknya.⚠ *** Rasa cinta itu memang fitrahnya manusia. Tapi, jika rasa itu hadir sebelum adanya ikatan suci yang bernama pernikahan, tidak akan pernah Allah Ridhoi. Menikmati cinta yang belum halal, adalah hal yang takkan pernah Zakki lakukan sekali pun. Dia lebih baik tidak mengenal cinta, harus menikmati cinta yang belum seutuhnya menjadi kenyataan. Dia hanya ingin menjaga diri dari rasa cinta yang tidak semestinya. Mungkin untuk saat ini, Zakki akan fokus untuk persiapan pergantian osis tahun ini, karena beberapa hari lagi pergantian osis baru akan dilaksanakan di sekolah pelita harapan. Sudah sejauh ini, Zakki telah mempersiapkan bersama anggota osis lama untuk menyiapkan laporan akhir tahun yang biasanya diserahkan pembina osis. Zakki yang masih fokus pada layar laptopnya, hanya bisa memandang layarnya tanpa mengetiknya. Dia menghembuskan nafasnya, lalu menutup laptopnya. “Kenapa harus kepikiran terus sih?” tanyanya dalam hati. Sebab, dia selalu terbayang dengan adik kelas yang bernama Zafira itu. Tingkah konyolnya yang selalu membuat seorang ketua sekaligus ketua basket itu tersenyum kecil saat sendiri. Ya, Zakki mengingat pertemuan pertama, kala perempuan itu terlambat ikut masa orientasi sekolah atau mos. Untuk pertama kalinya, Zakki terpesona melihat kecantikan Zafira. Untuk pertama kalinya, Zakki jatuh cinta pada sosoknya. Untuk pertama kalinya, dunia Zakki seakan lebih berwarna. Dan untuk pertama kalinya, dia selalu menarik bibirnya kala mengingat gadis itu. “Maaf kak Zakki, saya mau kasih ini,” ucap Satrio-- salah satu anggota osis kelas 11. Zakki yang sedang melamun, ia mengerjapkan matanya. “Oh ... ini apa?” tanyanya pada Satrio — adik kelasnya. “Itu catatan kandidat yang akan menggantikan osis lama, kak,” kata Satrio. Zakki mengangguk paham, kemudian dia membaca nama-nama calon kandidat yang akan menggantikan osis lama. Matanya membulat kala melihat nama yang tertera di lembar kertas putih itu. Zafira Adelia Herlambang. Iya, nama itu yang membuat mata Zakki membulat. Ia kaget. Entah melihat nama gadis yang sedang dipikirkan atau apa, yang jelas Zakki kaget sekali. “Oh iya, Yo, ini Zafira kelas berapa ya?” tanyanya berpura-pura tak kenal dengan Zafira. “Oh, itu kak, dia kelas 10 Ipa 2,” jawab Satrio yang masih ada di depan Zakki. “Yaudah, terima kasih yah, kamu boleh keluar,” kata Zakki. Lalu, Satrio pun pamit untuk keluar. Zafira. Nama itu, kenapa selalu ada di otak Zakki? Ya Rabbi ... haruskah aku membahasakan tentang perasaan ini? Haruskah aku memberanikan diri untuk melamarnya? “Astaghfirullah ...” ucapnya pelan sambil menggelengkan sebuah kepala. Tidak. Zakki tidak akan mengatakan cinta itu, terkecuali dirinya sudah halal. Zakki tidak akan menyatakan cinta pada wanita yang bukan menjadi kenyataan. Dia hanya ingin cinta cinta untuk calon istrinya kelak. *** “Dorrr!” baru saja Zafira di kagetkan oleh Bayu. “Ihhh ... Kamu ngagetin aku aja deh,” ucap Zafira berkesan manja. Kamu udah makan? tanya Bayu yang ikut duduk di samping Zafira. “Sudah tadi, kakak sudah makan?” tanya Zafira balik. “Sudah,” jawab Bayu sambil memperhatikan wajah Zafira. “Oh iya, kak, aku mencalonkan diri sebagai ketua osis lho!” kata Zafira sambil memandang senyumannya. “Oh iya? Berarti pacar aku nanti ketua osis dong? ” “Ihhh .. kan belum tentu ke pilih kak…” rengeknya. Bayu hanya tertawa perkataan Zafira. Sedangkan Zafira, ia mencubit lengan Bayu pelan. “Aww ...” Bayu meringis kecil. “Kok di cubit sih, tuan putri?” lanjutnya setelah Zafira melepas dari lengan Bayu. “Ihhh .. abisnya kak Bayu nyebelin,” ucap Zafira kesal. Zafira kesal karena pacarnya ini menertawakan dia bukannya mendoakan kek apa malah ketawain. Dasar pacar apaan begitu! “Iyaudah-iya, aku doakan deh, semoga tuan putriku ini menjadi ketos cantik,” kata Bayu yang membuat pipi Zafira merona. Sedangkan Zafira sudah tak karuan lagi. Pipinya sudah seperti kepiting rebus, ia memutuskan untuk menunduk agar Bayu tidak melihat wajahnya saat ini. Dia malu kala Bayu memandangi wajahnya. Apalagi mendengar perkataan Bayu yang memanggilnya dengan sebutan 'tuan putri'. Dia malu sekali. Jujur saja, baru kali ini dia merasa diberikan perhatian lebih dari lelaki. Apalagi lelaki itu sudah menjadi pacarnya. Kringggg ... Kringggg ... Bel masuk berbunyi, setelah jam berhenti telah berakhir, siswa maupun siswi berbondong untuk memasuki kelasnya masing-masing. Sedangkan Zafira dan Bayu masih tetap di bangku taman. Tak peduli jika ada guru di kelasnya, dia hanya ingin berduaan dengan sang kekasihnya. “Kamu nggak mau masuk kelas?” tanya Bayu pada Zafira yang masih asyik menyenderkan kepalanya di d**a bidang Bayu. Menikmati sepoi angin yang menerpa wajahnya, ditambah bau harum parfum Bayu sangat masuk ke Zafira. “Mau disini, sama kak Bayu,” katanya sambil memejamkan matanya. Dari kejauhan, ada sosok yang memperhatikan mereka berdua. Siapa lagi kalau bukan Muzakki Adithya G. Dia sedang memperhatikan Zafira yang sedang bersender di d**a Bayu — Sahabatnya itu. Entah kenapa, hati Zakki merasakan sakit kala melihat mereka bermesraan. “Ya Allah ... inikah yang namanya patah hati? Inikah yang dinamakan sakit tapi tak berdarah? ” ucap Zakki dari dalam hati. Sejujurnya, dia cemburu melihat kedekatan Zafira dengan Bayu. Hehe mereka telah menjalin hubungan, sehingga Bayu maupun Zafira begitu sangat dekat dan akrab. Pikiran Zakki entah melayang kemana. Raganya memang ada disini, tapi entah untuk pikirannya. Rasanya ini terlalu cepat, untuk merasakan cemburu. Sebenarnya, Zakki ingin sekali mendatangi kedua orang tua Zafira. Dia ingin meminta Zafira pada orang tuanya. Namun, mengingat mereka masih sekolah. Dia mengurungkan niatnya. Mungkin, setelah dia lulus dan mendapat pekerjaan, dia akan mengkhitbah gadis itu. Insyaa Allah. Berlama-lama melihat pemandangan yang membuat hatinya panas, lebih baik Zakki berlalu pergi. Dia memutuskan untuk ke ruang osis. Cinta itu suci, jika tidak salah dalam menikmatinya. Karena cinta itu terlalu suci, jika dijadikan kedok pacaran. Pacaran dalam Islam itu sebenarnya tidak ada. Zafira juga tahu itu, dia selalu diingatkan oleh sang Mama. Tapi, tetap saja dia masih menjalankan hal terlarang itu. Sebenarnya, siapa yang salah? Kita yang sudah melihat bahwa pacaran itu haram, lentas masih menjalani hubungan itu, atau ... Kita yang belum melihat apa-apa tapi tidak menjalani hubungan itu? Atau ... Dua-duanya sama, memiliki makna. Kita sudah tahu bahwa pacaran itu dilarang, lalu mengapa masih menjalaninya? Percuma saja, ilmu yang sudah kita dapati, namun tak kita pakai. Itu akan sia-sia. Kita hanya butuh introspeksi diri saja. Bukan salah siapa-siapa, ini murni kesalahan yang harus kita ingatkan. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN