Jangan Bersedih, Allah ada bersamamu.

998 Kata

Hujan deras membuat para siswa-siswi berteduh di koridor sekolah, ada yang berteduh di pos satpam, dan ada juga yang berteduh di terminal sekolah. Zafira yang tengah menunggu hujan berhenti, dia tampak memainkan air hujan. Tangannya ia ke depankan, tetesan demi tetesan memenuhi tangannya. Sedangkan, dari kejauhan seorang lelaki tengah memperhatikannya. "Allahumma Shoyyiban Nafi'an," lirihnya pelan. Dia menyukai hujan. Sebab, dari hujan dia bisa mengambil sebuah pelajaran. Air hujan yang jatuh dari ketinggian saja ikhlas, saat ia jatuh ke bumi. "Zafira!" Panggil seseorang membuat Zafira menghentikan aktivitasnya. Dia menoleh ke sumber suara. "Kak Bayu?" Kata Zafira dengan wajah yang tak bisa di gambarkan. Dia tercengang ketika Bayu bersama Fanny. Air muka gadis itu berubah menjadi ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN