Pagi menyapa, sinar matahari menyilaukan mata seseorang yang tengah tertidur. Sinarnya yang masuk dari celah jendela kamarnya. Membuat gadis itu tergeliat dalam tidurnya. Dia mengucek matanya, lalu perlahan dia membuka mata. Melihat jam yang menggantung di dinding sudah pukul 06:05. Dia bergegas untuk membersihkan diri untuk berangkat ke sekolah. Kondisi Zafira memang masih belum pulih, namun dia sudah terlalu bosan tidur terus di kamarnya. Gadis itu memutuskan untuk berangkat ke sekolah. Setelah rapi dengan seragam sekolahnya, dia menuruni anak tangga. Di ruang makan, sudah ada Papa dan Mamanya. Menjadi anak satu-satunya membuat Zafira selalu diperhatikan dan selalu dimengerti oleh orang tuanya. Namun, dia juga kesepian jika sang Papa pergi ke luar kota untuk bisnisnya, sedangkan mam

