perlahan ku melangkah mendekati vas bunga yang ada di atas meja. ku ambil vas kaca itu, dan kulemparkan ke dinding dekat sofa tempat mas Tama dan wanita itu sedang ena - ena. Mas Tama tersentak kaget dan menatapku. "sayang...kapan tiba?" dengan perasaan yang tak berdosa dia menanyakan kapan aku tiba....? "kau menyakiti aku mas... aku membencimu... sangat membencimu..." ku berbalik meninggalkan Mas Tama dan perempuan itu dengan hati remuk. ku lari menyusuri koridor rumah sakit, dengan air mata terus berderai. tiba-tiba ada yang menahan tanganku. dan aku terhenti. aku masih berharap mas Tama menyusul ku dan memberikan penjelasan. tapi ternyata dia tidak menyusulku. setelah aku pergi, mungkin dia melanjutkan percintaannya dengan perempuan itu tanpa mempedulikan diriku. "Ning...kamu kena

