Tama POV setelah menerima telepon dari ibu yang mengatakan istriku muntah muntah tadi pagi, aku hingga detik ini khawatir memikirkannya. namun ibu melarangku untuk meneleponnya kata ibu biarkan saja dulu dia istirahat. saat jam sudah menunjukkan pukul 11 siang, aku paksakan untuk meneleponnya, biar rasa khawatirku berkurang, dan Alhamdulillah katanya dia sudah baikan, pusingnya hilang, dan mual muntahnya pun sudah tidak lagi. aku bernafas lega. saat dia mau memaksakan mengantar makanan untukku ke rumah sakit seperti kebiasaannya sejak menikah, aku tak mengizinkannya. biarlah aku memesan makanan di restoran dekat rumah sakit. sambil menunggu asistenku yang membeli makanan, aku beranjak ke sofa panjang di ruanganku, dan kurebahkan tubuhku di atas sofa. ah...hari ini ini entah mengapa aku

