Ningrum POV setelah lelah menangisi nasib, aku tertidur dikamar Rama. Entah berapa lama aku tertidur, hingga aku terbangun dengan rasa lapar yang sangat. kurasakan ada seseorang yang memelukku, mungkinkah itu Rama? tidak mungkin Rama berani melakukan hal yang tidak-tidak kepadaku. dia sangat menghormati ku sejak dulu. tapi bau parfum ini seperti bau parfum mas Putra. Ahk...apa aku begitu merindukannya, sehingga aku merasakan seakan-akan mas Putra memelukku. ah...ataukah ini hanya mimpi. begitu besarnya kah aku mengharapkan kehadirannya, sampai-sampai aku merasakan kehadirannya disisiku. perlahan kuberanikan diri membuka mata, dan betapa kagetnya aku, melihat orang yang tadi siang kupergoki sedang bermesraan dengan entah perempuan siapa, sekarang sedang memelukku dengan erat. ku do

