Pengakuan

627 Kata

"mas...kita bukan di rumah kita mas...ayo pulang dulu, jangan di rumah orang" Ningrum menyela pagitan suaminya dan mendorong Tama untuk menjauh. Tama yang kesal ditolak hanya bisa mendengus "ayo...pulang" mereka pun beranjak pergi dari apartemen dokter Rama. sesampainya di rumah, mereka sudah ditunggu Lidya di ruang tamu. "Assalamualaikum" "dari mana kalian berdua?kenapa ga ada yang ngangkat telpon dari ibu?kalian berantem?" Tama tersenyum "Assalamu Alaikum ibu...kebiasaan deh kalau lagi gabut ga mau balas salam" "Waalaukumussallam...cepat jawab pertanyaan ibu" ketus Lidya "waduh... serasa remaja yang dimarahi karena pulang malam habis pacaran nih..."kata Tama sambil cengar-cengir. ga mau bikin Lidya Khawatir Ningrum langsung menjawab pertanyaan mertuanya "kami dari jalan-jal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN