07.00 aku terbangun karena lapar. bergegas kumembersihkan tubuhku d kamar mandi. selesai mandi, ku memakai kemeja hitam panjang yg lengannya kugulung sampai siku, dan dipadukan dengan celana hitam.
bergegas ku keluar dari kamar menuju restoran hotel utk sarapan. saat keluar dari pintu lift sambil memainkan hpku, aku dikagetkan dengan benturan didadaku "maaf pak...maaf...saya tidak sengaja" mataku membulat menatap sosok yang telah menabrakku. wanita berjilbab, kecil mungil wajahnya putih bersih tanpa polesan makeup tebal,yang dibingkai dengan kacamata, menambah kesan manisnya. aku tersenyum "tidak apa" akupun berlalu meninggalkan dia yang masih bengong di depan pintu lift.
aku melanjutkan sarapanku...tak lebih dari 30 menit aku selesai sarapan. dan ku bergegas menuju ruang pertemuan. datang sebelum acara di mulai. malu kan orang baru trus datangnya telat.
Saat berada depan Aula pertemuan aku menengok jam tanganku baru mau jam 8. panitia pertemuannya sudah ada, aku melakukan registrasi dan masuk ke dalam ruangan. ku edarkan pandangan ke sekitar ruangan baru beberapa orang yang hadir di aula pertemuan ini. aku mengambil tempat duduk paling pojok. ku utak Atik hpku memeriksa pesan masuk melalui WA ku.
Panggilan tak terjawab dari ibu dan beberapa Cattingan beliau
ibu:"Assalamualaikum Anak ibu?dah sampe nak?" 17.30
ibu:"nak...kenapa hpnya ga aktif?" 18.45
ibu:"nak...jangan buat ibu khawatir...kamu baik² aja kan?tolong kabari ibu yaaa" 21.30
ibu:"DOKTER PUTRA PRATAMA...!!!! ibu menunggu kabar darimu ???"
segera kutelepon ibuku...
"Assalamualaikum ibu....maaf baru bisa telepon. kemarin nyampe hotel langsung ketiduran sampe pagi.hpnya lupa dicarger maaf ya ibuku sayang...." langsung ku meminta maaf tanpa basabasi.
"waalaikumussalam...kiraian kamu kenapa kenapa lagi di kampung orang.bikin ibu sama bapak khawatir saja. ibu kan sudah bilang....bla...bla...bla..." sepagi ini ibu mendongeng dengan sangat lancar. aku hanya senyum senyum dan tetap patuh mendengarkan Omelan ibu. tanpa terasa hampir 30 menit obrolanku dengan ibu dengan nasehat penutup dari ibu "jangan lupa makan...jaga kesehatan, sering² telpon ibu yaaa....Assalamualaikum" aku tersenyum " Waalaikumusalam ibu...ibu juga jaga kesehatan ya...dokter pribadi ibu lagi tugas luar kota..." sambil tersenyum mengingat kebawelan ibu yang selalu akan kurindukan.
kembali ku fokus ke Pasan masuk lewat WA. pesan dari Intan dan pesan dari Bagas. yang sejak saat kepergok sampai dengan saat ini tak pernah aku buka. aku tak berniat membuka...dan aku tak berniat memblokir nomor mereka. kubiarkan saja.
Acara sudah di mulai 10 menit bangku kosong di sampingku tiba tiba di isi oleh sosok yang sempat kukagumi tadi waktu di Lift.
Saatnya pengumuman lokasi masing² PTT.
10 puskesmas yg menjadi target PTT dokter,bidan dan perawat. dan aku mendapat lokasi di Puskesmas Biluhu. Entah dimana letaknya. aku Nerima aja. Dan wanita cantik di sampingku ternyata adalah Perawat yang lokasi penempatannya sama denganku.
Perkenalan pun di mulai "ternyata kita satu puskesmas ya...kenalkan namaku Tama" kuulurkan tanganku, dan dia menerima uluran tanganku. kurasakan ada yang berdesir di dadaku. mungkinkah cinta pada pandangan pertama? " iya...nama saya Ningrum" acara seremonial penerimaanpun selesai. samar kudengar orang memanggilku "dokter Tama...dokter tama..." pandanganku teralihkan ke suara yg memanggil manggil tadi. ternyata pak Mat, orang yang menjemputku di bandara kemarin.
"iya pak mat...udah mau menjemput nih...?" celotehku
"siap dok...kalo dokter sudah mau berangkat saya sudah siap mengantar" ku menyunggingkan senyum " bentar ya pak...saya ke kamar dulu ngambil barang barang saya" "siap pak BoS" kata pak mat sambil meniru adegan siapnya tentara.
"saya juga pamit ya pak...nanti bapak tunggu aja d Loby"
"SIAP!!!" kembali pak mat dengan gaya kocaknya membwri hormat pada Ningrum.
Kami ber dua berjalan beriringan memasuki lift. ternyata kita berada di lantai yang sama. ku memasuki kamarku dan Ning memasuki kamarnya yang berada di depan kamarku.
15 menit kemudian kami sama-sama keluar dari kamar menuju loby tanpa ada percakapan lebih.