Setelah seharian di rumah Ningrum, mereka kembali ke Gorontalo dengan penerbangan sore.
Mereka kembali dengan do'a restu dari mamanya Ningrum.
sesampainya di Hotel, Ningrum langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. sedari tadi dia menghayalkan berendam dengan air hangat, dan sesampainya di kamar hotel, dia melaksanakan niatnya.
perlahan dia masuk ke bathtub dan mulai berendam. dia menikmati nya sampai-sampai tidak sadar Tama sudah nyelonong masuk ke kamar mandi.
Tama tersenyum melihat istrinya yang menikmati berendam di bathtub.
Ningrum yang memejamkan matanya, tiba - tiba tersentak oleh kehadiran suaminya yang sudah bergabung dalam bathtub.
"Masss....bikin kaget aja... kenapa ga tunggu aku selesai dulu baru mas berendam?"
"hehehe...mas ingin berendam bersama istri tercinta" balas Tama sambil terus memainkan busa yang ada di d**a Ningrum.
"Badan mas pegel semua, kelamaan di jalan"
masih dengan posisi duduk di dalam bathtub, Ning membasuh tubuh Tama dan mulai memberikan pijatan-pijatan lembut hampir ke seluruh bagian tubuh Tama. mulai dari kepala, sampai ke betis. Tama begitu sangat menikmati pijatan lembut istrinya, yang benar-benar hanya sebatas pijatan. setelah Ningrum selesai mijit Tama, sekarang gantian Tama yang memijit tubuh istrinya.
Tama mulai dengan memijit bahu istrinya dengan selembut mungkin. dan pijatannya turun ke arah d**a. desahanpun tak terelakkan. dan desahan Ningrum tersebut mampu membuat Tama ikut merasakan sensasi seperti malam-malam sebelumnya.
dan... mereka berdua kembali saling memuaskan. sekali lagi hanya sebatas icip-icip. walaupun sudah beroleh restu dari mamanya Ningrum, mereka sudah berjanji utk menunda malam pertama yang sesungguhnya sebelum mendapat restu dari kedua orang tua masing-masing.
"sayang... kita harus secepatnya ke Surabaya. Aku ingin memiliki dirimu seutuhnya" aku Tama dengan tangan yang masih terus bergerilya.
"ah... mas...terserah mas saja" balas Ningrum terbata-bata karena lonjakan gairah yang dirasakannya saat ini.
Setelah saling memuaskan, mereka beranjak membersihkan diri,
dan setelahnya mereka melaksanakan Sholat iSya Berjamaah. ke duanya memanjatkan do'a dengan khusyu, semoga rumah tangga yang mereka jalani beroleh berkah dari Allah Subhanahu Wata'ala.
Setelah melepaskan mukenanya, mereka turun ke restoran yang ada di lantai bawah untuk makan malam.
Dengan menggunakan gamis berwarna Navy dan dipadukan dengan jilbab bergo merah muda yang sederhana, Ningrum tetap terlihat cantik. dan itu yang membuat Tama semakin menggilai istrinya. bersyukur dirinya memiliki istri yang sederhana, tapi tetap manis ? mereka jalan bergandengan tangan menuju restoran.
setelah pesanan mereka tiba, mereka langsung menikmatinya.
saat asik menikmati hidangan makan malam, tiba-tiba ada seseorang mendekati meja mereka.
"Putra? Lo...putra kan?"
"eh... Sam... loe ngapain di sini?"
"hahaha... seharusnya gue yang nanya pemilik Rumah sakit terbesar di Surabaya sedang apa di Gorontalo?"
"Ck...loe bisa aja deh. Lo ngapain di Gorontalo Sam?"
"hmmm... biasa.... menuruti perintah bokap. memantau perkembangan hotel ini."
"anjir... ini hotel punya bokap loe?" dijawab anggukan oleh Sam. "Wah...kalau ku tau ini Hotel milik bokap loe, aku minta discon dan pelayanan ektra" mereka terbahak...
"eh...loe ke sini ngapain?" tanya Sam
"aku mengikuti Program Pemerintah jadi Dokter daerah terpencil"
"wah...wah...aku salut padamu bro.... by the way siapa gadis cantik yang sedari tadi kita angguri ini?"
"oh...iya... kenalkan ini istri gue, namanya Ningrum" Sam terbelalak mendengar kata istri. setahu dia, Tama menikah dengan Intan Sam menyodorkan tangan untuk salaman tapi dibalas Ningrum dengan cara mengatupkan kedua tangannya di dada
"lah...Trus intan loe kemanain bro? bukannya kalian pasangan yang paling fenomenal di kampus?"
"gue sudah setahun lebih putus dari Intan. dan aku ga jadi menikah dengan Intan. aku menikahnya sama Ningrum"
obrolan ngarul ngidul terus berlanjut, sementara Ningrum asik dengan handphone miliknya.
"bro...gue ngamar dulu ya....istri gue kayaknya udah ngantuk, besok pagi kami akan kembali ke tempat tugas kami"
"Ok bro...kalau butuh sesuatu hubungi saja gue"
"Siiiip bro...gue pamit ya...Assalamualaikum"
"Waaalaikumussalam"
Stelah bersih-bersih mereka merabahkan diri sambil tetap saling berpelukan.
dan merekapun tertidur pulas sambil berpelukan
??????