Tama Cemburu

653 Kata
Tak terasa Resepsi pernikahan Tama dan Ningrum akan dilangsungkan. undangan sudah diedarkan, Tamu-tamu yang diundang dari luar daerah juga sudah ada termasuk keluarga Ningrum dan teman-teman mereka yang dari Gorontalo. Tamu-tamu dari luar dijemput dengan menggunakan pesawat pribadi keluarga Pratama, dan mereka di inapkan di hotel milik keluarga Pratama yang merupakan tempat berlangsungnya Resepsi besok malam. Malam ini tampak Tama dan Ningrum sedang bercengkrama berdua di kamar mereka. Tampak Ningrum membelai-belai d**a telanjang sang suami, di usapnya d**a berbulu itu. "sayang...jangan pancing aku lagi dong..." Tama menggerutu manja kepada istrinya. "aku suka d**a mas..." "hah? hanya d**a saja?wajahku, perutku, anuku tidak kau suka?" gerutu Tama "hihihi...aku suka semuanya sayang...aku suka...tapi yang paling ku suka adalah d**a ini" kata Ningrum sambil memainkan jari jemarinya di d**a Tama. "aku nyaman berada dalam dekapan d**a ini" Tama mempererat pelukannya. "Mas... jangan pernah tinggalkan aku... jangan pernah selingkuh dariku, jangan pernah sakiti aku" iba Ningrum sambil menatap mata suaminya. Tama mengecup pelan bibir istrinya. "Mas janji sayang... mas akan memberikan kebahagiaan untukmu. Mas ingin menua bersamamu...mari kita bangun keluarga ini bersama-sama" Ningrum meraih tengkuk suaminya, dia melumat bibit Tama, membuat Tama terbelalak. karena ini kali pertama Ningrum mengambil inisiatif untuk agresif duluan. merasa tertantang Tamapun membalas lumatan istri yang sekarang berubah menjadi agresif, dan kegiatan mereka berlanjut hingga desahan demi desahan tak terelakkan. Rintihan kenikmatan mengalun diantara peluh yang membanjiri tubuh mereka berdua. Hingga kenikmatan itu mencapai puncaknya, mereka terkulai lemas. ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ Pagi hari Sebelum acara resepsi berlangsung, Ningrum merengek meminta untuk sarapan dengan keluarganya yang dari Manado, sebenarnya Tama tak mengizinkannya karena dia masih ingin menikmati tubuh legit istrinya yang semakin hari membuat Tama merasa ketagihan. Tubuh istrinya seperti candu untuknya. Karena rengekan Ningrum, membuat Tama mengizinkan istrinya untuk ke Hotel tempat keluarganya menginap. Dan di ,sinilah Ningrum saat ini. Berada di kamar milik mamanya, dan di situ sudah ada sepupu dan kerabat dekat dari Ningrum mereka bercengkrama dan saling bersenda gurau. "Ning...tau ga... aku tadi pas habis sarapan ketemu siapa?" tanya Sinta sepupunya demgan mata yang diperbesar. Ningrum tertawa geli dengan tingkah sepupunya itu "mana kutahu kau ketemu sama siapa. emang siapa sih..." "ck... aku ketemu Rama. Rama Ning...." teriak Sinta heboh. "Rama...itu tuh...calon pacarmu dulu. tadi aku ketemu dia di loby hotel, kirain dia ga kenal aku...ternyata pas di sapa, dia balik menyapa aku" Ningrum terdiam. "iya aku beberrapa hari lalu juga ketemu dengannya, dia tugas di rumah sakitnya Mas Putra" "hmmm... kayaknya dia masih memendam perasaan kepada mu Ning hihihi" gurau Sinta tapi tak ditanggapi oleh Ningrum. tatapan Ningrum beralih ke Tama yang sejak tadi hanya menjadi pendengar setia dari perbincangan keluarga Ningrum. "UPS...maaf" kata Sinta akhirnya merasa bersalah karena dia baru ingat kalau suaminya Ning ad di ruangan yang sama. waduh...bakal ada perang dunia ke tiga nih....Sinta menggaruk kepalanya. setelah lelah bersenda gurau, Ningrum pun pamit untuk pulang dan bersiap-siap untuk acara resepsi. di mobil Tama yang sedari tadi diam membuka pembicaraan. "jadi...ada acara ketemu mantan nih ceritanya...trus ga jujur sama suami" kata Tama dengan nada dingin. waduh...ternyata ada yang cemburu nih...gerutu Ningrum dalam hati. "enggak mas...bukan mantan...kami ga sempat pacaran kok...." "tak sempat pacaran tapi sempat cium-ciuman" ledek Tama... "ih...mas...itu kan hanya masa lalu. lagian aku ga berniat nyembunyiin ini dari mas. waktu itu aku jalan bareng Ibu ke Rumah sakit, ketemunya di lobi Rumah sakit. hanya say hello, tanya kabar sedikit, terus aku pamit deh. kalo ga percaya, tanya sama ibu, ibu ada diampingku kok, dan mendengarkan percakapan kami" kilah Ningrum memberenggut kesal "mas cemburu ya...cemburu...cemburu..."Ningrum tertawa geli melihat wajah suaminya yang tertangkap sedang cemburu. dikecupnya setiap inci wajah Tama....membuat Tama mengulum senyum gembira. "tenang mas...hati jiwa dan ragaku hanya untuk suamiku tercinta" kata Ningrum sambil tertawa terbahak-bahak. Tama hanya mendelikkan matanya tanda kesal diledek istrinya. tapi di dalam lubuk hatinya merasakan kebahagiaan yang sangat, karena secara tidak langsung Ningrum menyatakan cinta kepadanya. mereka berpelukan dalam diam dan saling meresapi debaran yang hadir di d**a masing-masing hingga mereka tertidur pulas
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN