SIRNA

1152 Kata

Adelia hanya melirik Ridwan yang sudah siap dengan seragam kantornya, sudah dua minggu lamanya sejak obrolannya dengan Maryam didengar oleh Adelia. Istrinya mendiamkannya, ia bersikap dingin, tidak akan bertanya jika bukan Ridwan yang menanyakan terlebih dahulu, tidak akan melakukan apapun jika Ridwan tidak memintanya. Ridwan tidak buta, ia sangat paham bahwa Adelia diam-diam sering menangis di belakangnya. Kantung mata yang terlalu kentara membuat Ridwan menyadari suasana hati Adelia benar-benar sedang tidak baik-baik saja, tetapi ia tidak peduli. Perasaannya tertuju pada Maryam yang sebentar lagi akan meninggalkannya. Menikah dengan laki-laki yang dipilihkan orang tuanya sebab laki-laki yang dipilihkan oleh hatinya justru tak kunjung datang. “Sampai kapan kamu mendiamkan aku?” Tanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN