Ridwan tidak kunjung berberes untuk segera pulang padahal jam kantor sudah berakhir, bahkan tidak banyak pekerjaan. Bahkan semua pekerjaannya sudah ia selesaikan lebih cepat namun dia tidak ada niatan untuk beranjak dari kursi kerjanya. Ridwan melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul tujuh malam, beberapa karyawan yang lembur pun tampak sudah mulai berberes dan pulang. “Pak!” Panggil seseorang dari luar mengetuk pintunya, Ridwan hanya menghela nafas dan terhenyak dari lamunannya. “Iya!” Jawab Ridwan begitu Ulfa muncul dari balik pintu membawa tas kerjanya menghampiri Ridwan yang menurutnya sedikit berbeda dari biasanya, suami teman bangku sekolahnya itu tampak letih dan juga tidak focus sama sekali. “Pak! Saya pulang ya! Berkas untuk meeting besok sudah saya siapkan di meja P

