Aku membalikkan badanku dan melihat Rosa tengah berdiri dengan menyilangkan tangan di d**a bersama dua temannya, "KAU?" darahku mendidih melihat rubah didepanku, di tambah lagi perilakunya dan lampir itu yang langsung berjoget ria di kepalaku, rasanya aku ingin membunuhnya. "Kenapa? Apa kau akan mengadu pada kakakmu?" dia melotot bahkan matanya seperti ingin keluar, rasanya ingin kucongkel keluar kedua bola matanya itu. Astaga seperti lirik lagu saja. Aku langsung berdiri, "Apa memang sudah tabiatmu untuk mengganggu orang? Bukan hanya aku saja, bahkan orang yang sedang hamil pun kau ganggu. Memang kau tidak punya hati, dan mungkin otakmu ada di dengkulmu." aku tak mau kalah dan me-melototinya, kamipun di kerumuni para mahasiswa dan mahasiswi kampus. "Kenapa? Apa yang kau bicarakan adal

