Claudia Pov Kami tiba di rumah, aku tidak melihat mobil lampir itu. Kami masuk beriringan, Sasa langsung menuju dapur ntuk memberikan sate ke si Mbok. Aku tidak melihat tanda-tanda kehadiran lampir itu, adikku yang menghampiriku mulai menggaruk kepalanya, "Jangan lupa traktirannya adikku sayang" godaku sambil menaiki anak tangga menuju kamarku. Pagi-pagi aku dikejutkan dengan suara yang sangat mengganggu, aku sedikit hafal dengan suara itu. Aku sudah bersiap untuk menagih janji adikku, aku mengirim pesan singkat pada adikku. Claudia : Apa kau sudah siap? Clarisa : Sudah kak Aku hendak kelusr dari kamarku, lagi-lagi aku mendengar suara yang begitu melenting di telingaku. 'Bukankah itu suara lampir itu?' batinku. Aku membuka pintu kamarku, kulihat adikku yang juga akan turun, kebet

