Dengan kekuatan yang di kumpulkan, Rosa mencoba untuk bangkit dan kembali memastikan apa yang ia lihat. Dan kembali lagi ia terkejut, apa yang sebelumnya ia lihat ternyata benar. Darah yang semakin banyak dan keram di perut, membuat Rosa tak mampu berjalan. "Tolong.." teriak Rosa sekuat mungkin, namun tidak ada yang mendengar karena kamar Rosa kedap suara. 'Aku harus keluar dari sini, aku harus kuat demi anakku, aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada anakku' batin Rosa. 'Yang kuat ya nak, mama akan berusaha untuk menyelamatkanmu. Tapi kamu harus berjanji nak, kamu harus tetap kuat, temani mama untuk berjuang' batin Rosa menangis, ia mengusap perutnya yang semakin nyeri. Dengan sisa kekuatan yang di miliki, Rosa berusaha untuk keluar meski harus ngesot. Sedikit demi sedikit akhirnya Ros

