174. Budi 3

1159 Kata

Bagaimanapun mencoba untuk lepas dari orang yang di kuasai oleh amarah, tidak akan pernah bisa. Yang ada, resiko akan semakin besar jika membuatnya semakin marah. Budi semakin mendekati Rosa, dengan kemantapan hati ia meraih pergelangan kaki Rosa. "Lepaskan aku bajingaan, atau aku akan membunuhmu" teriak Rosa. "Haha, sebelum kamu membunuhku, akan akan terlebih dahulu membunuhmu wanita liar. Bagaimana mungkin wanita bodoh sepertimu bisa mengancamku? Hanya dengan sentilan jari, aku bisa melenyapkanmu dari bumi ini. Kau fikir, aku akan tinggal diam dengan apa yang kau lakukan padaku? Kau fikir, aku masih mencintaimu seperti saat kita masih kuliah dulu? Bagiku, kau hanyalah seonggok sampah yang harus di musnahkan. Kau tidak boleh menyalahkan aku atas apa yang terjadi, karena semua ini karen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN