Rei menatapku, seakan mencari-cari jawaban dari raut wajahku. Aku memalingkan wajahku, akupun tak tau harus menjawab apa. Aku melihat dari sudut mataku kalau dia sedang menangis. "Jawab aku dia" Ucapnya lagi. "Aku tidak perlu lagi menjawabmu, aku sudah muak dengan semuanya. Sekarang semua tergantung padamu, lakukan apa yang harus kamu lakukan. Seharusnya kau mengerti apa yang kumaksud, tanpa harus bertanya padaku lagi. Aku tak ingin membahas apapun lagi, aku sungguh lelah dengan semua ini" Ucapku. "Baik, aku akan melakukannya" Ucap Rei lalu pergi meninggalkanku. Aku membulatkan mataku tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Rei, dia bahkan menjawabku seolah akulah yang bersalah. Dengan gampangnya dia menjawabku, bukan aku berharap banyak. Hanya saja dia menjawabku tanpa memikirkann

