177. Nihil

1218 Kata

Dengan hati yang resah, Rei mencoba untuk menenangkan hati dan pikirannya. Namun bagaimanapun ia mencoba, ia tak mampu, karena pikirannya selalu di penuhi dengan wajah adiknya yang malang. "Sayang, apa yang kau fikirkan?" tanya Claudia. "Ingin rasanya aku menemui Rosa, memeluknya erat dan menciumnya. Aku tau, bagaimana hancurnya hati Rosa saat ini. Tapi aku tak ingin bertemu dengan mama, aku tak ingin berdebat dengan mama yang justru membuat masalah semakin suram. Di tambah lagi, besok aku harus ke luar kota" ucap Rei. "Ke luar kota? Kenapa kau tidak memberitahukannya kepadaku?" tanya Claudia terkejut mendengar penuturan Rei, ada kekesalan di hatinya. "Bukankah aku sudah memberitahu kamu sayang?" tanya Rei yang juga terkejut. "Kalau kau sudah memberitahu aku, aku tidak akan bertanya p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN