Chapter 28- Keluarga

1181 Kata

" saya rasa, perempuan cukup di rumah saja, ngak perlu neko-neko, ibu saya bahkan begitu semenjak nenek moyang kita, cuman... Adik saya memang aneh" terjeda dalam kalimat nya namun langsung menyudutkan perempuan di sana Seolah Si ibu tak di indah kan keberadaan nya, dia menahan amarah. Kecewa. " Pikiran mu memang sangat agung nak, kau menjujung tinggi tradisi kita, bukan merendahkan kalian-kalian" tunjuk nya dengan dagu ke arah perempuan di sana. " Tolong, jaga harga diri kalian lewat tradisi kita" " Kang mas, ini sudah berlebihan" tekan pria itu menatap nya tajam, kilatan marah terlihat jelas, siap-siap mengeluarkan lahar nya ibarat gunung berapi. Wajah nya terlihat angkuh, masih sama, tapi tak bisa di bohongi detak jantung nya kian meningkat, adiknya ke tiga ini sama sekali tak pern

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN