. Agus Martowardojo muda, meringis perih, memar-memar di dapat kan dari berkelahi tadi, "sabar kanjeng doro" " Gilak kamu, kayak gini suruh sabar!" Bentak nya tak terima, kaki tadinya tengah di lumuri daun herbal menyentak dari tangan pemuda tersebut, Sudarno anak petani yang menjadi abdi untuk tuan nya tersebut. " Pergi kamu, ambilkan arak" usir nya dengan ketus, Agus muda menghilangkan tanggan nya sebagai bantalan kepala. " Jangan dulu, tuan. Tubuh nya masih sakit" saran nya sembari menunduk melihat bengkak kaki agak ngeri. " Mata mu liat apa?" Maki nya kasar, " pergi sana, ambil kan" suruh nya lagi, kini Sudarno segera pergi dengan langkah tergesa terlihat ia sangat takut dengan sang atasan. " Sialan, anak itu kapan belajar bela diri nya" keluh nya, kaki nya di tekuk walaupun ras

