" lalu jalan mu bagai mana?" " Entah lah, kita jalani saja" Tiffanny mengangguk saja, toh. Berdebat mereka juga 'korban' " Kalau aku boleh tahu kau ada masalah apa dengan adik mu sebenar nya?" " Siapa? Gendis" " Aku sama sekali tak terlalu memusingkan anak itu, cuman. Dia merasa aku adalah saingan nya begitupun aku, aku meladeni dia dan itu kesalahan ku. Makannya banyak orang berfikir kita selalu bertengkar" " Hubungan mu dengan keluarga?" " Aku ini dari kecil suka sakit-sakitan" Nirmala menghela nafas sembari terbatuk kecil, " yah, maklum. Mereka menganggap aku rapuh jadi aku selalu di remehkan, aku tak dekat dengan kang mas ku, karena kita memang terlalu gak peduli satu sama lain, aku malu juga mulai percakapan". . " Gimana mbak yu" Nirmala menatap bingung gendis, mereka tenga

