chapter enam belas

1641 Kata

"Genta, mari bermain." "Bermain? Maksudmu apa Tang?" tanya Kak Gen sambil menatap mata Lintang yang melihat nya dengan penuh seringai. ? Plak! 'Anak bodoh! Mengapa tak buka pintu dengan cepat?' Bugh! 'Lebih baik kau mati dari pada hidup tak berguna seperti ini.' Duak! 'Minggir' ? "Aku butuh pengalihan untuk rasa sakit ini, tapi tidak dengan Kak Gen. Aku sudah berjanji pada Ibu," batin Lintang. Sedetik kemudian air muka Lintang sudah berubah menjadi lembut kembali. "Tak ada Genta, aku keluar dulu. Ingin sarapan ke kantin," jawab Lintang sambil tersenyum lalu langsung keluar tanpa menunggu jawaban Kak Gen. "Fake smile, i know Tang." •••• Disinilah Lintang sekarang. Bukan, bukan di kantin seperti yang di katakannya pada Kak Gen tadi, melainkan di atap sekolah yang masih sedikit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN