Seorang remaja ringkih nampak duduk melengkung di atas kasur putih miliknya. Kepala berhias rambut hitam legam itu nampak menjuntai kebawah karna sang empunya tengah menunduk dalam sambil memainkan korek api di kedua tangannya. Pyar~ Arrrghhh~ 'Dasar pemalas! Ke mana uang pemberian keluarga ng selalu kau banggakan itu! Aku mau uang! Mana uangnya?!' 'Kau juga bekerja kan? Kenapa selalu meminta padaku? Kapan kita bisa bangkit kalau kau terus minum dan berjudi ria di luar sana!' 'Tutup mulutmu b******n!' Plak! 'Tampar lagi! Tampar aku lagi Titan, guru terhormat!' Plak! Plak! 'Tak berguna, bodoh!' "Cih, menyebalkan." Pemuda itu, Lintang. Ia sudah membuang asal korek api di tangannya sambil tersenyum miris. Bahkan orang tuanya sudah memulai pertengkaran sejak pagi tadi, seusai merek

